5+ Strategi Purchase Request untuk Pos Pengiriman Barang

5+ Strategi Purchase Request untuk Pos Pengiriman Barang

Banyak bisnis sudah rapi mengatur anggaran produksi, tetapi masih longgar dalam mengelola pos pengiriman. Akibatnya, biaya logistik membengkak tanpa terdeteksi dan tidak ada data untuk negosiasi.

Maka di sinilah Purchase Request (PR) berperan penting. PR memastikan setiap pengeluaran logistik terotorisasi, terdokumentasi, dan bisa dievaluasi. Berikut strategi PR yang bisa langsung diterapkan untuk pos pengiriman barang bisnis Anda.

Strategi PR Khusus untuk Pos Biaya Pengiriman agar Lebih Efisien

1. Sistem PR Berbasis Volume

Strategi pertama adalah menyesuaikan proses PR berdasarkan volume pengiriman. Tidak semua pengiriman perlu melalui alur PR yang sama panjangnya. 

Sebab, proses PR yang terlalu panjang untuk pengiriman kecil justru menghambat operasional tanpa memberikan nilai tambah.

Terapkan sistem PR berlapis berdasarkan nilai atau volume pengiriman:

  • Tier 1 (volume kecil, di bawah 100 kg): PR disetujui langsung oleh supervisor operasional tanpa perlu persetujuan manajemen
  • Tier 2 (volume menengah, 100 hingga 500 kg): PR memerlukan persetujuan manajer operasional dan konfirmasi anggaran dari tim keuangan
  • Tier 3 (volume besar, di atas 500 kg atau pengiriman proyek): PR harus melalui proses seleksi vendor, negosiasi tarif, dan persetujuan manajemen senior

Melalui sistem berlapis ini, pengiriman rutin bisa diproses lebih cepat. Sementara itu, pengiriman bernilai besar tetap mendapat pengawasan yang proporsional. 

Jika membutuhkan referensi lengkap tentang cara menyusun alur pengadaan logistik secara sistematis, baca artikel tentang cara menyusun timeline pengadaan logistik untuk bisnis.

2. Konsolidasi Vendor

Strategi kedua adalah mengurangi jumlah vendor aktif dan mengkonsolidasikannya ke beberapa mitra logistik terpercaya. 

Terlalu banyak vendor aktif membuat proses PR menjadi lebih kompleks, data terpencar, dan sulit untuk dinegosiasikan.

Manfaat konsolidasi vendor dalam konteks PR antara lain:

  • Negosiasi lebih kuat: Volume pengiriman yang terkonsolidasi ke satu atau dua vendor memberikan daya tawar besar untuk mendapatkan tarif kompetitif;
  • Proses PR lebih cepat: Dengan vendor tetap yang sudah terverifikasi, tim tidak perlu melakukan seleksi ulang setiap kali PR baru diajukan;
  • Data lebih mudah diaudit: Semua riwayat pengiriman, tarif, dan kinerja terpusat di satu vendor sehingga evaluasi berkala menjadi lebih mudah dan akurat.

Sebagai langkah awal, evaluasi seluruh vendor aktif Anda saat ini. Pertahankan dua hingga tiga vendor utama berdasarkan kinerja, jangkauan, dan konsistensi tarif. 

Sisanya bisa dijadikan vendor cadangan yang hanya dibutuhkan ketika vendor utama tidak tersedia.

3. Integrasi PR dengan Order Management System

Strategi ketiga adalah menghubungkan sistem PR secara langsung dengan Order Management System (OMS). 

Sebab tanpa integrasi ini, tim pengadaan sering kali mengajukan PR tanpa mengetahui status pesanan yang sebenarnya sehingga terjadi pengiriman ganda atau pengiriman yang tidak perlu.

Dengan integrasi PR dan OMS, beberapa hal bisa berjalan otomatis mencakup:

  • PR pengiriman bisa dibuat secara otomatis saat pesanan pelanggan dikonfirmasi.
  • Volume pengiriman di PR secara otomatis menyesuaikan dengan jumlah barang yang dipesan.
  • Status pengiriman dari vendor bisa langsung terlihat di OMS tanpa perlu pengecekan manual.

Selain itu, integrasi ini menghasilkan data yang lebih bersih untuk keperluan analisis biaya. Tim keuangan bisa melihat langsung berapa biaya pengiriman per pesanan, per rute, dan per periode tanpa perlu rekonsiliasi manual.

4. Audit Biaya Tambahan

Strategi keempat adalah memasukkan proses audit biaya tambahan sebagai bagian wajib dari setiap siklus PR. 

Biaya tambahan seperti fuel surcharge, biaya handling, biaya dokumentasi, dan premi asuransi sering kali tidak tercantum dalam tarif awal yang disepakati. 

Akibatnya, tagihan akhir selalu lebih tinggi dari PR yang diajukan.

Dalam setiap PR pengiriman, wajibkan tim untuk mencantumkan estimasi biaya tambahan secara eksplisit, mencakup:

  • Fuel surcharge berdasarkan kondisi harga BBM terkini;
  • Biaya asuransi kargo sesuai nilai barang yang dikirim;
  • Biaya handling dan stuffing di pelabuhan atau gudang;
  • Biaya customs clearance jika pengiriman melibatkan barang impor;
  • Potensi biaya keterlambatan jika ada risiko backlog di rute tertentu.

Nah, di tahun 2026 ini, komponen fuel surcharge perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, kenaikan harga BBM dan pelemahan kurs rupiah membuat komponen ini jauh lebih fluktuatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Jika ingin memahami lebih lanjut bagaimana dinamika ini memengaruhi struktur biaya logistik, baca artikel kami tentang cara menentukan anggaran logistik berdasarkan ukuran perusahaan.

5. Strategi “Blanket Purchase Request”

Strategi kelima adalah menerapkan Blanket Purchase Request atau BPR untuk kebutuhan pengiriman yang bersifat rutin dan berulang. 

BPR adalah satu dokumen PR yang mencakup komitmen pengiriman dalam satu periode tertentu, biasanya per kuartal atau per semester, dengan vendor dan tarif yang sudah ditetapkan.

Keunggulan strategi BPR antara lain:

  • Tim pengadaan tidak perlu membuat PR baru setiap kali ada kebutuhan pengiriman rutin. Satu BPR per periode sudah mencakup semua.
  • Tarif yang dikunci di awal periode melindungi bisnis dari kenaikan tarif mendadak akibat fluktuasi BBM atau kurs.
  • Vendor yang sudah memiliki komitmen BPR cenderung memprioritaskan slot armada dan jadwal keberangkatan untuk klien tersebut.

BPR paling efektif diterapkan untuk rute-rute tetap dengan volume yang relatif konsisten, seperti pengiriman rutin dari gudang utama ke distributor atau dari pabrik ke beberapa titik distribusi regional. 

Selain itu, pastikan BPR mencantumkan klausul penyesuaian tarif jika perubahan harga BBM melampaui ambang tertentu, misalnya lebih dari 10 persen dari tarif awal yang disepakati.

6. Evaluasi Performa sebagai Dasar PR Baru

Strategi keenam adalah menjadikan data performa pengiriman sebelumnya sebagai dasar wajib sebelum PR baru diajukan. Tanpa evaluasi historis, PR hanya menjadi dokumen permintaan tanpa arah perbaikan.

Setiap akhir periode, lakukan evaluasi performa vendor yang mencakup:

  • Persentase on-time delivery (OTD) selama periode berjalan;
  • Jumlah dan nilai klaim kerusakan atau kehilangan barang;
  • Konsistensi tarif aktual vs tarif yang tercantum dalam PR;
  • Responsivitas vendor terhadap perubahan jadwal atau kebutuhan mendadak.

Jadikan hasil evaluasi ini sebagai dasar keputusan untuk PR periode berikutnya. Jika performa vendor di bawah standar yang disepakati, PR baru bisa diarahkan ke vendor cadangan atau disertai klausul perbaikan kinerja.

Selain itu, data evaluasi ini sangat berguna saat Anda berencana mengajukan PR untuk kebutuhan logistik yang lebih besar atau kompleks, seperti pengiriman proyek atau oversized cargo. 

Nah, untuk referensi tentang bagaimana kondisi eksternal memengaruhi biaya pengiriman yang perlu dipertimbangkan dalam PR, baca juga artikel kami tentang efek harga plastik naik terhadap logistik bisnis.

Apa Keuntungan Bekerja Sama dengan Mitralogistics?

Strategi PR yang baik akan jauh lebih efektif jika didukung oleh vendor logistik yang tepat. Mitralogistics hadir sebagai mitra pengiriman barang berat antar pulau yang siap mendukung kebutuhan logistik bisnis Anda dari skala UMKM hingga korporat.

1. Tarif Kompetitif dan Fleksibel

Mitralogistics menawarkan struktur tarif yang transparan tanpa biaya tersembunyi. Tarif dihitung berdasarkan nilai tertinggi antara berat aktual dan berat volumetrik dengan pembagi 4.000. 

Selain itu, untuk pengiriman di atas 500 kg, tarif spesial tersedia dan bisa dikonsultasikan langsung. Asuransi kargo tersedia dengan premi 0,20% dari nilai barang tanpa biaya minimum. 

2. Layanan Free Pick Up dan Survei

Sebelum pengiriman dimulai, tim Mitralogistics menyediakan survei barang gratis untuk memastikan dimensi, kondisi, dan kebutuhan penanganan sudah teridentifikasi dengan akurat. Selain itu, layanan penjemputan barang gratis tersedia untuk area dalam kota.

3. Opsi Pengiriman yang Luas

Mitralogistics mendukung berbagai opsi pengiriman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan PR Anda:

  • Door to door, port to port, hingga door to port
  • Pengiriman via darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi
  • Layanan project cargo untuk kebutuhan pengiriman skala besar atau kompleks
  • Opsi FCL dan LCL untuk pengiriman kontainer sesuai volume muatan

4. Keamanan Terjamin dan Berasuransi

Setiap pengiriman di Mitralogistics dilengkapi prosedur keamanan, mencakup:

  • Packing profesional termasuk packing kayu untuk barang berat dan oversized cargo
  • Asuransi kargo dengan premi 0,20% dari nilai barang
  • Proof of Delivery berupa foto, timestamp, dan tanda tangan penerima yang dikirim otomatis

5. Dukungan Customer Service yang Responsif

Satu sales support tetap mendampingi setiap pengiriman dari proses pick-up hingga barang tiba di tujuan. Tim CS Mitralogistics merespons pertanyaan dalam 5 menit di jam kerja. 

Selain itu, jika ada anomali atau perubahan di tengah perjalanan, tim Mitralogistics akan menghubungi Anda terlebih dahulu.

6. Jangkauan hingga ke Pelosok

Mitralogistics mampu menjangkau berbagai tujuan pengiriman, termasuk wilayah-wilayah yang lebih sulit diakses di Indonesia timur. 

Oleh karena itu, Anda tidak perlu menggunakan vendor yang berbeda untuk rute yang berbeda. Satu PR, satu vendor, satu sistem pemantauan untuk semua rute pengiriman bisnis Anda.

Yuk, hubungi tim Mitralogistics sekarang dan konsultasikan kebutuhan pengiriman barang antar pulau untuk mendapatkan penawaran tarif terbaik yang bisa langsung Anda masukkan ke dalam PR!