3 Cara Menentukan Anggaran Logistik yang Tepat Berdasarkan Ukuran Perusahaan

3 Cara Menentukan Anggaran Logistik yang Tepat Berdasarkan Ukuran Perusahaan

Banyak pelaku usaha menyusun anggaran logistik berdasarkan kebiasaan atau intuisi. Hasilnya, anggaran sering meleset jauh dari realisasi, terutama di tahun seperti 2026 yang penuh tekanan dari kenaikan BBM, pelemahan kurs rupiah, dan ketidakstabilan rantai pasok global.

Padahal, cara menentukan anggaran logistik yang tepat sebenarnya bisa dipelajari dan distrukturkan dengan baik. 

Salah satu kuncinya adalah menyesuaikan pendekatan dengan ukuran perusahaan. Sebab, UMKM, perusahaan menengah, dan korporat memiliki kapasitas, kebutuhan, dan risiko yang sangat berbeda. 

Panduan ini akan membahas cara masing-masing segmen bisa menyusun anggaran logistik yang realistis dan efisien.

Panduan Menentukan Anggaran Logistik Berdasarkan Ukuran Perusahaan

1. UMKM dan Startup

Kebanyakan UMKM dan startup menghadapi tantangan volume pengiriman belum besar, tetapi biaya per unit terasa sangat berat. 

Keterbatasan modal, yang umumnya bergantung pada modal pribadi atau pinjaman, membuat pelaku UMKM harus cermat dalam mengelola pengeluaran. 

Biaya logistik menjadi salah satu pengeluaran yang sering membebani karena meliputi proses penyimpanan barang hingga pengiriman ke pelanggan.

Alokasi Anggaran

Bagi UMKM yang bergerak di sektor distribusi produk fisik, anggaran logistik yang wajar berkisar antara 10-20 persen dari total pendapatan. 

Sektor e-commerce, misalnya, kini mengalokasikan 15-25 persen dari total pendapatan untuk biaya logistik. Namun untuk UMKM dengan margin terbatas, efisiensi tetap menjadi prioritas utama.

Sebagai panduan awal, bagi total pengeluaran operasional dengan prinsip berikut: 

  • 50 persen untuk biaya wajib termasuk logistik dan bahan baku, 
  • 30 persen untuk pengembangan bisnis, dan 
  • 20 persen untuk dana cadangan.

Strategi

Strategi logistik UMKM harus fokus pada efisiensi biaya per pengiriman. Maka sebaiknya menggunakan kombinasi transportasi darat, laut, dan udara sesuai kebutuhan.

Sementara untuk pengiriman jarak pendek hingga menengah, gunakan pengiriman darat menggunakan truk atau kurir karena lebih fleksibel dan cepat.

Selain itu, manfaatkan layanan LCL (Less than Container Load) untuk pengiriman antar pulau agar tidak perlu membayar biaya satu kontainer penuh. Konsolidasikan pengiriman ke beberapa pelanggan dalam satu rute agar biaya per unit lebih rendah.

Komponen Kunci

Komponen biaya logistik yang harus masuk dalam anggaran UMKM antara lain biaya pengiriman per kg atau per rute, biaya packaging, biaya asuransi kargo untuk barang bernilai tinggi, serta buffer untuk keterlambatan atau pengiriman ulang. 

Untuk membantu memperkirakan biaya sebelum memutuskan, gunakan fitur cek ongkir sebagai titik awal kalkulasi anggaran per rute.

2. Perusahaan Menengah

Perusahaan menengah sudah memiliki volume pengiriman yang konsisten dan lebih bisa diprediksi dibandingkan UMKM. Namun, tantangannya bergeser ke efisiensi sistem dan pengelolaan vendor yang lebih kompleks.

Alokasi Anggaran

Biaya transportasi dan logistik sebagai persentase dari penjualan berkisar antara 9-14 persen bagi perusahaan yang belum menerapkan pendekatan best in class. 

Sementara itu, data Bappenas mencatat biaya logistik Indonesia mencapai 14,29 persen dari PDB pada 2023, meskipun sudah turun 40 persen dalam lima tahun terakhir. Angka ini bisa menjadi benchmark awal untuk mengevaluasi apakah biaya logistik perusahaan sudah efisien atau masih ada ruang perbaikan.

Sementara untuk perusahaan menengah, alokasikan anggaran logistik secara terpisah dari biaya operasional umum. 

Pisahkan komponen biaya transportasi, warehousing, packaging, dan administrasi logistik agar lebih mudah dipantau dan dievaluasi per segmen.

Strategi

Pertama, negosiasikan kontrak jangka pendek tiga hingga enam bulan dengan vendor logistik untuk mengunci tarif. 

Untuk referensi lebih lengkap soal dampak kurs terhadap biaya logistik, baca artikel tentang dampak kurs melemah terhadap logistik bisnis.

Kedua, mulai evaluasi apakah lebih efisien menggunakan vendor logistik full-service atau mengelola sebagian rantai distribusi secara mandiri. 

Untuk kebanyakan perusahaan menengah, outsourcing logistik ke vendor terpercaya terbukti lebih hemat daripada membangun armada sendiri.

Komponen Kunci

Komponen anggaran yang harus dipantau ketat oleh perusahaan menengah mencakup biaya per kg per rute untuk setiap koridor distribusi utama, biaya warehousing termasuk sewa gudang dan biaya handling, biaya asuransi kargo, serta biaya teknologi pemantauan pengiriman. 

Tambahkan juga buffer inflasi minimal 10-15 persen untuk tahun 2026 mengingat tekanan BBM dan kurs yang masih berlanjut.

3. Korporat

Perusahaan kelas korporat menghadapi kompleksitas logistik berbeda. Volume besar, jaringan distribusi yang luas, dan tuntutan konsistensi layanan membuat anggaran logistik harus dikelola dengan pendekatan yang lebih sistematis.

Alokasi Anggaran

Perusahaan logistik besar diuntungkan oleh skala ekonomi yang menyerap biaya tetap lebih efisien. Namun, ukuran besar juga membawa kompleksitas operasional yang lebih tinggi. 

Bagi korporat yang bergerak di sektor manufaktur atau distribusi barang berat, biaya logistik bisa mencapai 10-14 persen dari total pendapatan, tergantung industri dan jangkauan distribusi.

Di 2026, ada komponen biaya baru yang harus masuk dalam anggaran korporat. Keamanan siber menjadi pengeluaran wajib seiring semakin terhubungnya sistem logistik digital, dan korporat harus menganggarkan perlindungan terhadap risiko ransomware yang bisa menghentikan seluruh operasional rantai pasok.

Strategi

Kumpulkan data historis anggaran dan realisasi dari tiga hingga lima tahun terakhir, mendefinisikan kinerja masa lalu, serta menganalisis kondisi internal dan eksternal perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang membantu memprediksi kebutuhan ke depan.

Selain itu, korporat perlu mempertimbangkan diversifikasi rute dan moda. Perusahaan-perusahaan besar semakin memprioritaskan diversifikasi jalur transportasi dan distribusi gudang yang tersebar untuk menyerap guncangan pasar dan geopolitik.

Komponen Kunci

Anggaran logistik korporat harus mencakup seluruh lapisan rantai pasok, mulai dari biaya transportasi multimoda, biaya warehousing, biaya manajemen armada, biaya teknologi TMS (Transportation Management System), biaya asuransi kargo skala besar, serta anggaran untuk keamanan digital sistem logistik. 

Selain itu, sertakan anggaran untuk pelatihan tim operasional agar kemampuan analisis data dan pengelolaan kinerja armada terus meningkat.

Langkah Umum Menentukan Anggaran Logistik

1. Kumpulkan Data Historis

Kumpulkan catatan biaya pengiriman dari minimal tiga hingga enam bulan terakhir. Identifikasi biaya per rute, biaya per moda, dan pola keterlambatan yang pernah terjadi.

Dengan data yang lengkap, Anda bisa melihat pola musiman, mengidentifikasi rute boros, dan membuat proyeksi yang jauh lebih bisa diandalkan untuk periode berikutnya.

2. Segmentasikan Biaya

Setelah data terkumpul, segmentasikan biaya ke dalam beberapa kategori utama sebagai berikut:

  1. Biaya transportasi yang mencakup tarif per kg, tarif kontainer, dan biaya bahan bakar. 
  2. Biaya warehousing yang mencakup sewa gudang, biaya handling, dan biaya masuk keluar barang. 
  3. Biaya administrasi yang mencakup asuransi, dokumen, dan biaya tambahan lainnya.

Dengan segmentasi yang jelas, Anda bisa melihat komponen mana yang paling membebani dan di mana potensi efisiensi paling besar. 

Selain itu, segmentasi ini memudahkan evaluasi berkala karena Anda bisa langsung mendeteksi jika satu komponen menyimpang dari proyeksi.

3. Forecast Permintaan

Pertimbangkan faktor-faktor seperti musim, tren pasar, dan rencana ekspansi bisnis saat membangun forecast permintaan. 

Di kondisi 2026, tambahkan juga faktor eksternal seperti potensi kenaikan tarif akibat kurs dan BBM. 

Untuk panduan lebih lengkap soal dinamika biaya yang perlu diantisipasi, baca artikel tentang efek harga plastik naik terhadap logistik bisnis.

4. Hitung Biaya per Unit

Langkah terakhir adalah menghitung biaya logistik per unit barang yang dikirimkan. Cara menghitungnya, total biaya logistik dibagi total unit atau total kg yang dikirim dalam periode yang sama. 

Jika biaya per unit naik dari bulan ke bulan tanpa peningkatan layanan yang sepadan, maka ada komponen yang perlu dievaluasi, baik dari sisi vendor, rute, moda, maupun efisiensi pengemasan. 

Nah, untuk membantu kalkulasi ini secara lebih akurat berdasarkan rute dan jenis barang, gunakan fitur cek ongkir dan panduan cara menghitung biaya logistik dari Mitralogistics sebagai referensi.

Mitralogistics siap mendukung perencanaan logistik bisnis Anda, dari UMKM hingga korporat, dengan struktur tarif transparan, layanan multimoda, dan konsultasi gratis sebelum pengiriman. 

Yuk, hubungi tim Mitralogistics sekarang dan mulai rencanakan anggaran logistik Anda dengan akurat!