Dalam pengiriman kontainer, istilah demurrage dan detention sering muncul, tetapi masih banyak yang belum memahami artinya. Kedua biaya ini bisa menambah pengeluaran bila proses pengiriman barang tidak berjalan sesuai jadwal.
Daftar Isi
Demurrage adalah biaya yang dikenakan saat kontainer terlalu lama berada di pelabuhan, sedangkan detention terjadi ketika kontainer terlambat dikembalikan ke pemilik.
Simak penjelasan lebih lengkap mengenai kedua istilah ini dan perbedaanya di artikel berikut ini!
Apa itu Demurrage dalam Pengiriman Kontainer?
Demurrage adalah biaya yang dikenakan pelayaran kepada pemilik barang karena kontainer masih berada di area pelabuhan melebihi batas waktu gratis (free time) yang disepakati. Biaya kontainer terlambat ini berlaku baik untuk proses impor maupun ekspor.
Perhitungan demurrage dimulai sejak kontainer diturunkan dari kapal, tetapi belum diambil dari terminal pelabuhan. Semakin lama kontainer tertahan di area pelabuhan, maka akumulasi biaya yang harus dibayar oleh importir atau eksportir juga makin besar.
Apa itu Detention dan Bedanya dengan Demurrage?
Detention adalah biaya yang timbul saat kontainer sudah keluar dari pelabuhan, tetapi belum dikembalikan ke depo pelayaran dalam batas waktu yang ditentukan.
Perbedaan utama demurrage dan detention bisa dilihat dari lokasi kontainer saat biaya mulai dihitung.
Demurrage berlaku selama kontainer masih di area pelabuhan, sedangkan detention berlaku setelah kontainer berpindah ke tangan penerima barang untuk proses bongkar muatan di gudang.
Kedua biaya ini bisa berjalan bersamaan apabila proses pengambilan dan pengembalian kontainer sama-sama melewati tenggat waktu.
Kenapa Demurrage dan Detention Bisa Terjadi?
Penyebab umumnya adalah keterlambatan proses dokumen, seperti custom clearance yang belum selesai atau pembayaran bea masuk yang tertunda.
Selain itu, beberapa kendala teknis, contohnya kekurangan alat angkut untuk menjemput kontainer dari pelabuhan, juga sering menjadi faktor.
Faktor lainnya adalah kurangnya koordinasi antara tim internal perusahaan dengan pihak forwarder soal jadwal kedatangan kontainer. Hal ini mengakibatkan kontainer baru diproses setelah free time habis.
Free Time dan Kapan Biaya Mulai Dihitung
Free time adalah periode gratis yang diberikan pelayaran sebelum demurrage dan detention mulai dihitung, berkisar 3 sampai 7 hari kalender tergantung kebijakan masing-masing perusahaan pelayaran dan pelabuhan tujuan. Durasi ini bisa berbeda untuk kontainer impor dan ekspor.
Setelah free time berakhir, biaya akan dihitung per hari dan meningkat pada periode berikutnya sebagai bentuk denda progresif.
Informasi detail soal free time sebaiknya dikonfirmasi langsung saat kontrak pengiriman disepakati supaya tim operasional bisa menyusun jadwal pengambilan kontainer dengan akurat.
Contoh Perhitungan Sederhana Demurrage dan Detention
Sebagai gambaran, sebuah perusahaan importir bahan baku plastik di Tangerang pernah mengalami keterlambatan pengambilan kontainer selama 5 hari akibat proses custom clearance yang molor.
Dengan free time 3 hari dan tarif demurrage Rp500.000 per hari untuk 2 hari kelebihan waktu, total biaya tambahan yang harus dibayar mencapai Rp1.000.000 untuk satu kontainer 20 feet.
Kasus tersebut belum termasuk potensi detention apabila kontainer juga terlambat dikembalikan ke depo setelah proses bongkar di gudang.
Cara Menghindari Biaya Demurrage dan Detention
Beberapa langkah berikut ini sedikit-banyak bisa mengurangi risiko biaya tambahan akibat demurrage dan detention, yaitu:
- Menyiapkan dokumen custom clearance sejak kapal masih dalam perjalanan.
- Melakukan pembayaran bea masuk dan pajak impor sesegera mungkin setelah dokumen lengkap.
- Berkoordinasi dengan forwarder soal jadwal alat angkut sebelum kontainer tiba.
- Memantau sisa free time secara berkala melalui sistem tracking pelayaran.
- Mengembalikan kontainer kosong ke depo sesegera mungkin setelah proses bongkar selesai.
Perusahaan yang sering mengalami kendala serupa bisa mempertimbangkan layanan pengiriman B2B dengan pendampingan dokumen yang lebih terstruktur.
Biaya demurrage dan detention juga termasuk dalam kategori biaya logistik tersembunyi yang sering tidak masuk hitungan anggaran awal sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dalam perencanaan biaya kontainer.
Pemilihan metode pengiriman juga memengaruhi risiko biaya tambahan ini, terutama untuk kontainer dengan skema LCL dan FCL yang memiliki karakteristik penanganan berbeda di pelabuhan.
FAQ Seputar Demurrage dan Detention
Apakah demurrage dan detention bisa dinegosiasikan dengan pelayaran?
Sebagian perusahaan pelayaran memberikan keringanan atau perpanjangan free time dalam kondisi tertentu, seperti ketika keterlambatan disebabkan force majeure atau kendala di luar kendali penerima barang. Namun, kebijakan ini tidak selalu berlaku pada semua rute dan perusahaan pelayaran.
Siapa yang bertanggung jawab membayar demurrage dan detention?
Tanggung jawab pembayaran berada pada pihak importir atau eksportir sesuai kesepakatan dalam kontrak pengiriman. Beberapa forwarder juga menawarkan skema tanggung jawab bersama, tergantung jenis layanan yang digunakan.
Apakah asuransi kargo bisa menanggung biaya demurrage dan detention?
Polis asuransi kargo standar tidak mencakup biaya ini karena demurrage dan detention dianggap sebagai konsekuensi administratif.
Bagaimana cara mengetahui tarif demurrage dan detention sebelum pengiriman dilakukan?
Tarif tercantum dalam kontrak atau tariff sheet yang diterbitkan perusahaan pelayaran. Konfirmasikan tarif sejak awal proses booking agar tidak muncul biaya tambahan di luar perkiraan.

Penulis merupakan SEO Content Writer yang aktif sejak 2023 dan memiliki pengalaman menulis di berbagai platform digital. Melalui kolaborasi bersama Mitralogistics, penulis berfokus menyajikan konten informatif yang ringkas, relevan, dan mudah dipahami seputar logistik serta pengiriman barang.
#BeratBukanLagiMasalah, bersama Mitralogistics yang #BebasKeManaAja.





