5+ Tips Mewujudkan Green Supply Chain Management untuk FMCG

5+ Tips Mewujudkan Green Supply Chain Management untuk FMCG

Upaya dekarbonisasi global sudah mulai marak, salah satunya adalah penentuan tarif impor berdasarkan emisi gas karbon yang dihasilkan yang diterbitkan Uni Eropa. Pemerintah Indonesia juga semakin berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada 2060 mendatang.

Melihat kondisi ini, sektor industri FMCG yang jadi salah satu penyumbang jejak karbon global terbesar mau tidak mau harus turut melakukan pendekatan ramah lingkungan agar bisnisnya tetap relevan, salah satunya dengan menerapkan green supply chain management. Jika Anda salah satu yang ingin merencanakan peralihan tersebut, berikut 6 tips mewujudkan green supply chain management untuk FMCG yang bisa Anda lakukan.

Tips Menerapkan Green Supply Chain Management yang Efisien

Bagi Anda yang belum tahu, green supply chain management (GSCM) adalah pendekatan sistem rantai pasok yang mengedepankan upaya pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan.

Melihat kompleksitasnya, penerapan GSCM tidak hanya dimulai dari internal bisnis, tetapi juga menjalar hingga ke pilihan kerja sama dengan mitra bisnis. Selengkapnya, berikut 6 langkah nyata untuk mewujudkan GSCM dalam bisnis Anda.

1. Green Purchasing & Pemilihan Pemasok

Langkah dini yang perlu diambil justru bermula dari pemilihan pemasok. Pastikan aktivitas pengolahan hingga distribusinya memakai pendekatan eco-friendly, termasuk juga apakah mitra tersebut sudah mengantongi sertifikat lingkungan seperti ISO 14001.

2. Desain Produk & Kemasan Ramah Lingkungan

Salah satu langkah paling nyata dari penerapan GSCM untuk FMCG adalah mengganti kemasan dan desain produk menjadi lebih ramah lingkungan. Ini karena produk FMCG sering kali didesain untuk sekali pakai. Anda bisa mulai merancang desain yang dapat didaur ulang untuk meminimalkan limbah produk saat sudah sampai ke tangan konsumen.

3. Efisiensi Produk & Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah juga jadi salah satu langkah yang dapat dilihat langsung manfaatnya. Mengingat volume produksi yang tinggi, limbah yang dihasilkan oleh produk FMCG pasti sangat besar. Anda bisa mulai terapkan sistem zero waste to landfill untuk mengelola sisa bahan produksi atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan daur ulang.

4. Logistik & Distribusi Hijau

Selain FMCG, sektor industri logistik juga dituding jadi penyumbang jejak karbon terbesar di Indonesia. Karena itulah, menerapkan green logistics bisa jadi solusi untuk praktik GSCM yang maksimal. Anda bisa memulainya dengan melakukan optimalisasi rute untuk mengurangi jarak tempuh dan bahan bakar yang digunakan.

Pengadaan armada dengan bahan bakar terbarukan juga bisa dilakukan jika tidak membebani biaya operasional logistik. Jika sistem logistik dan distribusi Anda belum memadai, Anda bisa manfaatkan kerja sama dengan mitra logistik andal yang juga menerapkan green logistics selama proses pengiriman.

5. Pemanfaatan Teknologi & Data

Jangan salah, mengurangi penggunaan kertas untuk keperluan administrasi dan dokumentasi juga menyumbang pengurangan emisi karbon yang signifikan. Sebagai gantinya, Anda bisa mulai beralih pada digitalisasi sistem dan menggunakan teknologi terkini untuk optimalisasi operasional, mulai dari manajemen gudang hingga distribusi.

6. Evaluasi & Kolaborasi

Transisi ke sistem baru tidak pernah mudah; Anda membutuhkan kolaborasi yang solid dari semua pihak, mulai dari karyawan perusahaan, mitra bisnis, hingga konsumen. Tak perlu buru-buru, Anda bisa lakukan peralihan ini secara bertahap dan secara konsisten melakukan evaluasi agar penerapan serta manfaatnya bisa didapatkan bisnis secara optimal.

Ada Pertimbangan untuk Menerapkan Green Supply Chain Management?

Mewujudkan bisnis yang ramah lingkungan memang tidak mudah, namun Anda bisa memulainya dengan langkah kecil menuju bisnis yang lebih maju. Terlebih, ekosistem bisnis global dan nasional sudah mulai memberi perhatian lebih terhadap masalah lingkungan.

Jadi, sudah siapkah bisnis Anda untuk bertransformasi ke sistem rantai pasok yang eco-friendly? Jika Anda peduli pada nasib bisnis Anda, maka mengadopsi GSCM adalah solusi bijak untuk menghindari kematian bisnis.

Jika Anda membutuhkan layanan pengiriman barang yang aman dan minim emisi karbon, Anda bisa andalkan Mitralogistics yang sudah menerapkan digitalisasi pada sistem operasional kami, mulai dari optimalisasi rute hingga sistem tracking terkini. Anda juga bisa bertanya dengan leluasa kepada customer service kami yang super responsif.

Hubungi tim Mitralogistics sekarang untuk masa depan bisnis yang lebih hijau dan maju!

 

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Pada mulanya, Anda mungkin harus menghabiskan biaya lebih untuk melakukan riset bahan baku dan kemasan, pengadaan bahan baku baru, hingga penggantian pemasok karena material yang berubah. Namun, Anda akan bisa merasakan manfaat jangka panjangnya dari efek penggunaan sumber daya hemat energi maupun praktik efisiensi lainnya dari GSCM.

Anda bisa mengukurnya berdasarkan berbagai metrik dari kegiatan-kegiatan di atas. Pertama, perbandingan emisi karbon saat sebelum maupun sesudah menerapkan green logistics. Kedua, persentase penurunan limbah dari optimalisasi pengelolaan limbah produksi serta penerapan reverse logistics. 

Secara jangka pendek mungkin Anda tidak merasakan dampak berarti. Namun, melihat sentimen bisnis global yang memasang tarif lebih tinggi untuk bisnis yang tidak memperhatikan jejak karbon mereka menandakan  peralihan ke sistem rantai pasok hijau menjadi sebuah keharusan. Jika tidak mempersiapkan diri dari sekarang, bisnis Anda mungkin saja akan menghadapi risiko seperti terkena pajak karbon yang tinggi.