Keadaan bumi semakin panas; faktanya bumi sudah mengalami kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat Celsius pada 2020 lalu. Upaya-upaya dekarbonisasi semakin marak digalakkan di berbagai sektor kehidupan, terutama sektor industri yang menyumbang 34 persen dari emisi gas karbon global menurut data World Resources Institute (WRI).
Daftar Isi
Salah satu upaya untuk mengurangi jejak karbon dalam kegiatan industri adalah penerapan green supply chain management yang fokus menjalankan operasional rantai pasok ramah lingkungan. Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari lebih jauh mengenai apa itu green supply chain management, manfaatnya terhadap bisnis, serta beberapa langkah kecil untuk memulainya.
Apa Itu Green Supply Chain Management
Seperti namanya, green supply chain management (GSCM) adalah penerapan sistem operasional rantai pasok yang fokus untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini mencakup pemilihan dan pengadaan bahan baku, proses manufaktur, pemilihan kemasan produk, distribusi produk sampai ke last mile, hingga daur ulang kemasan yang sudah digunakan konsumen.
Secara bisnis, upaya ini mungkin terlihat “mahal” karena menerapkan sistem baru tentunya membutuhkan alokasi dana tersendiri dibanding mempertahankan sistem lama, terlebih untuk sistem hijau yang membutuhkan investasi lebih. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, GSCM ternyata tidak sekadar dapat memberi label “ramah lingkungan” untuk bisnis Anda. Berikut penjelasan lengkapnya.
Manfaat Green Supply Chain Management
Manfaat menerapkan sistem hijau ini tidak bisa didapatkan secara instan, tetapi baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. Berikut rincian manfaat yang bisa Anda dapatkan dari menjalankan pendekatan GSCM.
1. Pengurangan Biaya & Efisiensi
Menerapkan GSCM berarti memilih untuk menggunakan sistem yang hemat energi serta mengurangi limbah, misalnya melalui sistem reverse logistics. Ini artinya, efisiensi sumber daya yang dilakukan secara tidak langsung dapat mengurangi pemborosan yang tentunya berdampak pada penghematan pengeluaran serta efisiensi operasional.
2. Reputasi & Keunggulan Kompetitif
GSCM juga bisa jadi salah satu langkah untuk meningkatkan reputasi brand Anda, terlebih konsumen saat ini sudah banyak yang sadar atas isu lingkungan. Menerapkan sistem hijau ini tidak hanya sebagai tanggung jawab moral, melainkan juga sebagai langkah strategis untuk menguatkan posisi brand Anda dari kompetitor.
3. Kepatuhan Regulasi
Salah satu prediksi tren logistik di 2026 adalah meningkatnya aturan global terkait tarif logistik yang disesuaikan dengan persentase emisi karbon yang dihasilkan. Salah satunya adalah Uni Eropa dengan kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism yang mewajibkan importir untuk melampirkan laporan emisi karbonnya pada setiap transaksi. Kondisi ini jadi sebuah peringatan bagi industri untuk mengikuti standar kepatuhan terbaru.
4. Inovasi Produk & Proses
GSCM sendiri erat kaitannya dengan efisiensi energi dan operasional. Ketika sebuah sistem mengalami tekanan, peluang terciptanya inovasi produk akan semakin tinggi. Anda juga sangat mungkin untuk menemukan cara produksi, penyimpanan, maupun distribusi yang lebih efektif. Ini artinya, peluang untuk menciptakan pasar baru dari hasil inovasi tersebut juga makin terbuka lebar.
5. Pengelolaan Risiko
Penggalakan GSCM ini bukan tanpa alasan, salah satunya karena stok bahan bakar di alam sudah menipis. Saat Anda beralih ke sistem yang lebih ramah lingkungan, Anda juga otomatis menyelamatkan bisnis Anda dari ketergantungan terhadap sumber daya yang mulai langka serta memitigasi risiko gangguan rantai pasok akibat perubahan regulasi global.
6. Kualitas Lebih Baik
Penerapan GSCM juga identik dengan pemilihan bahan baku dan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Dengan proses dan bahan baku yang lebih murni, Anda juga secara tak langsung sedang menaikkan kualitas produk, yang mana hal tersebut juga bisa memberikan kepuasan lebih kepada pelanggan.
Komponen Utama dalam Green Supply Chain Management
Untuk lebih memahami GSCM, berikut komponen yang harus ada ketika Anda memutuskan untuk menerapkan pendekatan ini ke dalam bisnis Anda.
1. Green Design
Hal pertama yang harus ada dalam penerapan GSCM adalah desain produk ramah lingkungan, mulai dari pemilihan material yang tahan lama dan mudah didaur ulang hingga proses produksi yang minim energi dan limbah.
2. Green Purchasing
Pemilihan mitra bisnis juga penting dalam praktik GSCM, khususnya dalam memilih pemasok. GSCM memprioritaskan bahan baku yang memberikan dampak negatif yang minim pada lingkungan. Caranya adalah dengan melihat performa pemasok. Apakah mereka memilih bahan baku terbarukan, apakah prosesnya sudah minim limbah, atau bahkan sudahkah mereka mengantongi sertifikasi lingkungan seperti ISO 14001.
3. Green Manufacturing
Proses yang dilakukan pemasok juga harus diaplikasikan oleh bisnis Anda sebagai pelaku utama yang menerapkan GSCM. Anda harus memastikan proses manufaktur dari awal sampai akhir, seperti penggunaan sumber daya yang hemat energi hingga hasil akhir limbah yang minim.
4. Green Logistics
Sistem hijau ini juga wajib dilakukan saat proses penyimpanan serta distribusi produk, umumnya melalui pendekatan green logistics. Anda harus bisa memastikan operasional gudang sudah memakai energi yang tidak berlebihan. Selain itu, sistem pengiriman juga harus diperhatikan agar mengeluarkan gas karbon seminimal mungkin, biasanya melalui optimalisasi rute dan pemilihan kendaraan berbahan bakar listrik.
5. Reverse Logistics
Masuk ke tahap paling ujung, yaitu pemrosesan kemasan produk bekas konsumen untuk digunakan kembali melalui konsep reverse logistics. Salah satu perusahaan yang sudah menerapkan ini adalah Unilever Indonesia yang membawa kembali chiller es krim Wall’s yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang dan digunakan kembali.
6. Internal Environmental Management
Mengupayakan GSCM tidak hanya berupa sistem yang harus dijalankan, tetapi juga perlu adanya edukasi secara mendalam kepada setiap lapisan pekerja di perusahaan Anda. Sebagai manajemen, Anda bisa memulainya dengan menggerakkan budaya peduli lingkungan mulai dari internal perusahaan.
7. Kemitraan dengan Pelanggan
Penerapan GSCM tidak akan berjalan lancar tanpa kerja sama yang solid dengan pelanggan. Anda bisa mulai mempromosikan kampanye ramah lingkungan dan mendorong mereka untuk mendukung gerakan tersebut, salah satunya dengan aktif menyetor produk bekas untuk didaur ulang.
Tips Praktis Menerapkan Green Supply Chain Management
Strategi supply chain management pada dasarnya adalah menyelaraskan sistem operasional dari hulu ke hilir, tak terkecuali dalam konteks GSCM. Berikut 5 hal yang bisa Anda mulai lakukan untuk menuju bisnis yang ramah lingkungan.
1. Desain Produk & Bahan Baku Ramah Lingkungan
Anda bisa mulai dari produk itu sendiri yang akan berakhir di tangan konsumen. Mulailah dengan mengevaluasi siklus hidup produk. Dari sana, Anda bisa menentukan material kemasan yang memberikan dampak minim terhadap lingkungan, tetapi tidak mengorbankan kualitas akhir produk. Begitu juga dalam memilih bahan baku produk, pilihlah material yang dapat didaur ulang dan tidak menimbulkan limbah berarti.
2. Produksi Efisien
Langkah selanjutnya adalah implementasi sistem dan teknologi hemat energi ke seluruh sistem manufaktur, seperti penggunaan sensor IoT untuk manajemen energi pintar atau pemasangan panel surya sebagai sumber energi listrik. Anda juga bisa menerapkan sistem pengelolaan limbah yang ketat di samping fokus pada proses produksi.
3. Distribusi & Logistik Hijau
Sektor logistik jadi salah satu yang dituduh menyumbang emisi gas karbon terbesar dari industri. Karena itu, mengupayakan praktik yang ramah lingkungan dalam operasional logistik dan distribusi Anda akan menjadi langkah kecil yang berkontribusi besar terhadap lingkungan.
Anda bisa memulainya dengan memakai kendaraan listrik dan melakukan optimalisasi rute. Jika Anda belum memiliki armada logistik yang memadai, bekerja sama dengan mitra distribusi berpengalaman dan memiliki rekam jejak hijau yang baik bisa jadi solusi praktis.
4. Logistik Terbalik
Pengelolaan limbah juga bisa dimaksimalkan melalui reverse logistics yang tentunya membutuhkan kerja sama yang baik dari sisi konsumen. Selain dapat mengurangi sampah lingkungan, penerapan reverse logistics juga membantu perusahaan menghemat pengadaan bahan baku atau kemasan produk.
5. Analisis & Pengukuran
Untuk mengetahui penerapan GSCM yang Anda lakukan memberi dampak nyata terhadap lingkungan, Anda perlu melakukan pengukuran yang pasti. Anda bisa memulainya dengan mencatat jejak karbon sebelum dan sesudah GSCM dilaksanakan, serta menghitung persentase limbah yang sudah didaur ulang.
Pertimbangkan Green Supply Chain Management untuk Bisnis yang Lebih Maju!
Memulai transisi ke sistem baru memang tidak mudah, terlebih untuk pengadaan teknologi, sistem, alat, maupun kendaraan ramah lingkungan yang tidak murah. Namun, melihat lanskap bisnis global yang mulai mempertimbangkan dampak industri terhadap lingkungan, menerapkan GSCM menjadi sebuah keharusan. Terlebih, beberapa manfaat di atas sangat menguntungkan bisnis dalam jangka panjang.
Jika Anda membutuhkan vendor logistik yang dapat mengakomodasi kebutuhan distribusi hijau, Anda bisa andalkan Mitralogistics yang dapat mengirimkan barang melalui optimasi rute sehingga jejak karbon yang dihasilkan minim. Anda juga bisa manfaatkan digitalisasi kami melalui sistem tracking real-time melalui website dan customer service yang responsif. Konsultasikan kebutuhan pengiriman produk Anda dengan tim Mitralogistics sekarang juga!
Dalam konteks efisiensi energi, Anda bisa melihat dampaknya secara finansial maupun operasional dalam waktu 6-12 bulan. Misalnya, pada penerapan teknologi hemat energi di gudang maupun penggunaan bahan bakar pada kendaraan listrik. Tantangan utama penerapan GSCM umumnya berada pada biaya investasi awal yang besar serta edukasi internal maupun mitra bisnis agar memiliki visi yang sama di masa depan. Bisa jadi, tetapi Anda perlu melihatnya sebagai kompensasi untuk proses selanjutnya. Material alami biasanya lebih ringan dan tahan lama, tentunya membantu Anda dalam mengurangi biaya pemeliharaan dan pengiriman.Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Andara berpengalaman lebih dari 3 tahun dalam menulis artikel SEO-friendly untuk lintas industri. Di Mitralogistics, Andara berkontribusi dengan memberikan pemahaman mendalam seputar manajemen logistik & operasional dan dampaknya kepada bisnis pembaca.




