Memahami Green Logistics & Manfaatnya untuk Bisnis

Memahami Green Logistics & Manfaatnya untuk Bisnis

Sebagai salah satu sektor industri serta bagian bisnis yang dianggap menyumbang jejak karbon berlebih, pelaksanaan logistik kini dituntut untuk mengadopsi green logistics. Data dari McKinsey & Company pada 2024 mengatakan bahwa jejak karbon industri logistik, terutama di pengangkutan dan pergudangan, menyumbang 7% emisi gas rumah kaca.

Selain dapat membantu praktik logistik menjadi lebih ramah lingkungan, green logistics juga sebenarnya memberikan efisiensi bisnis yang nyata. Bagi Anda yang belum familiar dengan istilah ini, kami akan jelaskan lebih mendalam mengenai pengertian, manfaat green logistics untuk bisnis, serta contoh penerapannya yang bisa Anda adopsi sesegera mungkin untuk bisnis Anda.

Apa Itu Green Logistics?

Green logistics adalah sebuah pendekatan yang dilakukan sektor logistik, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman barang sampai ke tangan konsumen, guna meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama emisi gas karbon.

Ini artinya, jika sebuah bisnis mengadopsi pendekatan ini, maka seluruh proses kerjanya harus didasari prinsip keberlanjutan dan tidak merusak lingkungan, mulai dari pemilihan transportasi, cara penyimpanan di gudang, hingga pengemasan barang.

Saat ini, beberapa pelaku bisnis logistik sudah mulai mencoba menggunakan pendekatan ini, meski masih belum masif. Ini karena green logistics tidak hanya membantu bisnis Anda dalam mengurangi jejak karbon, tetapi juga menjadi strategi bisnis logistik yang ampuh untuk menambah reputasi baik serta efisiensi dalam beberapa proses yang kompleks.

Segudang Manfaat Green Logistics untuk Bisnis, Mulai dari Reputasi hingga Profit

Berikut 6 manfaat yang bisa dirasakan bisnis ketika mengadopsi green logistics, mulai dari hemat biaya hingga membuat bisnis Anda jauh lebih mandiri dari risiko ketergantungan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Penghematan Biaya Jangka Panjang

manfaat green logistics untuk bisnis optimalisasi rute
Ilustrasi optimalisasi rute untuk efisiensi biaya & operasional. (Sumber: Freepik)

Manfaat utama green logistics sangatlah menggiurkan bagi bisnis karena bicara soal pengeluaran perusahaan, meski memang investasi di awal lebih banyak. Salah satu contoh konkret yang bisa mewakili manfaat ini adalah optimalisasi rute yang membuat kendaraan tak perlu menempuh jarak lebih jauh, yang tentunya menghemat bahan bakar.

Contoh penghematan lainnya bisa dilihat dari penggunaan alat dan perlengkapan dalam armada yang hemat energi, yang tentunya dapat menurunkan biaya operasional jangka panjang.

2. Peningkatan Reputasi Merek

Mengadopsi green logistics berarti memposisikan brand Anda pada citra ramah lingkungan. Ini akan bermanfaat untuk reputasi brand Anda di mata konsumen, mitra bisnis, maupun stakeholder lainnya karena dianggap lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Dengan begitu, kepercayaan terhadap bisnis Anda akan meningkat, begitu juga pilihan konsumen untuk menggunakan jasa logistik Anda.

3. Kepatuhan terhadap Regulasi

Pemerintah Indonesia semakin gencar untuk menggalakkan penerapan green logistics ini melalui target nasional Net Zero Emission pada 2060 mendatang. Ini artinya, akan ada regulasi-regulasi yang mewajibkan sektor logistik untuk menerapkan operasional yang lebih ramah lingkungan, sehingga menerapkan green logistics sejak dini akan membantu bisnis Anda menghindari sanksi dan pajak karbon di masa depan.

4. Efisiensi Operasional

Berkaitan dengan penghematan biaya di awal tadi, penggunaan green logistics juga membantu bisnis Anda dalam pelaksanaan operasional yang lebih ramping. Seperti soal optimalisasi rute yang membuat perjalanan pengiriman lebih cepat sehingga proses distribusi lebih efisien secara waktu dan delivery.

5. Inovasi dan Keunggulan Kompetitif

Penerapan green logistics yang kental dengan “efisiensi” ini akan mendorong kemunculan inovasi baru, misalnya dari metode pengemasan ataupun model distribusi. Ini jadi nilai tambah untuk positioning bisnis Anda, membuatnya sulit ditiru kompetitor dan melekatkan kesan unik pada bisnis Anda.

6. Mitigasi Risiko

Salah satu cara adopsi green logistics adalah dengan menggunakan energi yang ramah lingkungan, seperti pemanfaatan panel surya. Dengan begitu, bisnis Anda akan semakin bebas dari risiko ketergantungan pada bahan bakar global yang berpotensi mengganggu operasional bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman last mile ke konsumen.

Contoh Penerapan Green Logistics di Indonesia

Untuk mendapat gambaran lebih konkret, berikut contoh penerapan green logistics yang umum dipakai dalam sektor logistik.

1. Penggunaan Kendaraan Listrik

Penerapan green logistics paling umum adalah penggunaan kendaraan berbahan bakar listrik (EV) untuk pengiriman last mile ke konsumen. Penerapan ini sudah dilakukan oleh Pos Indonesia saat bekerja sama dengan IKN untuk mengangkut ASN dan pegawai lainnya yang dipindahtugaskan ke ibukota baru tersebut.

2. Green Port

Tidak hanya berlaku di jalan, green logistics juga bisa dilakukan di laut dengan menerapkan green port, pendekatan yang fokus pada penggunaan energi terbarukan serta mengurangi polusi air di pelabuhan. Contoh perusahaan yang sudah menerapkan green port ini adalah Petrokimia Gresik yang berhasil menekan biaya bongkar muat sebesar Rp 37 miliar dan biaya konsumsi energi di pelabuhan senilai Rp 1,6 miliar per tahunnya.

3. Optimasi Rute berbasis Digital

Penerapan ketiga ini, yaitu optimalisasi rute pengiriman, sudah dilakukan oleh banyak perusahaan logistik mulai dari tahun lalu akibat tren logistik yang mengarah pada digitalisasi sudah semakin kental. Manfaat dari rute yang teroptimasi ini tentunya mengurangi jarak tempuh sehingga konsumsi bahan bakar serta emisi karbon menjadi berkurang.

4. Reverse Logistics & Pengelolaan Limbah

manfaat green logistics untuk bisnis penerapan reverse logistics
Ilustrasi penerapan reverse logistics. (Sumber: Freepik)

Contoh terakhir masuk pada pengelolaan limbah yang bisa dilakukan melalui reverse logistics, sebuah sistem pengembalian kemasan produk yang sudah sampai ke tangan konsumen untuk didaur ulang.

Akan tetapi, ini jadi contoh green logistics yang membutuhkan effort lebih dalam penerapannya karena perusahaan harus mengeluarkan program dan biaya tersendiri untuk pengelolaan limbah. Hal ini juga terbukti baru bisa diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Apple, HP, dan Xerox, serta Pos Indonesia untuk perusahaan Indonesia.

Sudah Siap Transisi ke Green Logistics?

Maraknya penerapan green logistics di Indonesia, serta sikap pemerintah yang juga lebih berkomitmen terhadap pengurangan emisi gas karbon membuat banyak bisnis dituntut untuk beralih pada arus utama logistik masa depan, yaitu logistik ramah lingkungan.

Akan tetapi, melakukan transisi ke pendekatan green logistics memang tidak mudah. Anda harus bisa merencanakan transisi yang matang agar tidak terjadi pembengkakan biaya dan operasional selama prosesnya. Untuk itu, bekerja sama dengan vendor logistik berpengalaman dan memiliki visi ramah lingkungan bisa jadi solusi terbaik.

Mitralogistics melayani pengiriman barang yang dioptimasi secara rute dan menerapkan digitalisasi dengan baik. Hal ini tentunya membantu bisnis Anda dalam mendukung pengurangan emisi gas karbon di jalan. Kami juga memiliki sistem tracking yang mumpuni secara digital, membuat proses pemantauan jadi lebih efisien.

Jadi, sudah siap transisi ke green logistics bersama Mitralogistics? Hubungi tim kami untuk konsultasi kebutuhan bisnis Anda!

 

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Logistik tradisional masih menggunakan sistem logistik & distribusi yang tidak memerhatikan dampak lingkungan, mulai dari penggunaan bahan bakar fosil, rute panjang yang tidak dioptimalisasi, hingga pengemasan yang tidak ramah lingkungan. Sebaliknya, green logistics fokus pada penerapan logistik & distribusi untuk mengurasi dampak negatif ke lingkungan, utamanya pada pengurangan emisi gas karbon.

Secara garis besar, penerapan green logistics pada bisnis dapat membantu efisiensi biaya dan operasional dalam jangka panjang. Selain itu, hal ini juga akan mendongkrak reputasi brand serta memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen atas sikap dan pendekatan yang sudah dipilih, membuat peluang konversi penjualan semakin tinggi.

Memang betul bahwa transisi ke green logistics akan memakan biaya lebih mahal karena terdapat kompensasi fitur ramah lingkungan yang dijanjikan, misalnya dalam konteks pengadaan armada atau teknologi baru. Namun, Anda bisa merasakan dampaknya secara jangka panjang dari pengadaan alat tersebut dari efisiensi energi dan rute yang diberikan.

Anda bisa mulai dari transisi dokumentasi & administrasi secara manual ke digitalisasi untuk pengurangan kertas. Anda juga bisa mulai maksimalkan barang yang diangkut sampai tidak ada ruang kosong agar pengiriman lebih efisien, tentunya bisa mengurangi jejak karbon akibat pengiriman yang berulang. Terakhir, Anda bisa mulai bekerja sama dengan mitra logistik yang memiliki sistem dan visi ramah lingkungan.