Manajemen Cerdas untuk Logistik Ekspor Impor!

Manajemen Cerdas untuk Logistik Ekspor Impor!

0
(0)

Aktivitas ekspor dan impor menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi banyak perusahaan. Namun, mengirim barang ke luar negeri bukan hanya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Strategi ini melibatkan aturan ketat, perubahan biaya, dan ketepatan waktu.

Bagi pelaku bisnis, kesalahan dalam mengelola pengiriman global bisa sangat merugikan keuntungan. Karena itu, bisnis membutuhkan manajemen cerdas untuk pengelolaan logistik ekspor impor.

Perkembangan Bisnis Ekspor-Impor di Indonesia Selama Ini

Indonesia telah mengalami transformasi dalam sektor ekspor-impor selama beberapa dekade terakhir. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan posisi strategis di jalur perdagangan Asia-Pasifik, Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam perdagangan internasional.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatatkan tren surplus neraca perdagangan yang impresif selama lebih dari 40 bulan berturut-turut hingga awal tahun 2024.

Sektor ekspor Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dengan komoditas utama, seperti minyak kelapa sawit, batu bara, tekstil, elektronik, dan produk hasil laut.

Sementara itu, kebutuhan impor juga meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi, mencakup mesin-mesin industri, bahan baku, komponen elektronik, hingga produk konsumsi.

Namun, tantangan tetap ada. Infrastruktur logistik belum merata, biaya logistik tinggi, dan kompleksitas regulasi menjadi hambatan yang perlu terus dibenahi. Oleh karena itu, diperlukan manajemen logistik yang baik untuk memenangkan persaingan global.

Apa Saja Tantangan dan Risiko Logistik Bisnis Ekspor-Impor yang Sering Menghantui?

Berdasarkan laporan Logistics Performance Index (LPI) yang dirilis Bank Dunia, efisiensi logistik Indonesia masih menghadapi beberapa kendala utama dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura atau Malaysia.

1. Kompleksitas Regulasi dan Dokumentasi 

Setiap negara memiliki regulasi berbeda terkait standar produk, sertifikasi, dan dokumentasi kepabeanan. Kesalahan dalam pengurusan dokumen Bill of Lading, Certificate of Origin, atau Invoice dapat menyebabkan penundaan hingga denda besar. Proses kepabeanan yang rumit juga sering menjadi hambatan.

2. Fluktuasi Biaya Transportasi 

Tarif pengiriman internasional dipengaruhi oleh harga bahan bakar, permintaan pasar, dan kondisi geopolitik. Kenaikan biaya transportasi yang tidak terduga dapat menggerus margin keuntungan.

3. Keterlambatan Pengiriman 

Jadwal pengiriman yang tidak tepat waktu dapat mengganggu alur logistik secara keseluruhan. 

Faktor cuaca, kemacetan di pelabuhan, pemeriksaan kepabeanan yang lama, hingga koordinasi yang buruk antar pihak dapat menyebabkan delay yang merugikan.

4. Kerusakan dan Kehilangan Barang 

Risiko kerusakan selama proses loading-unloading, pengiriman laut yang panjang, atau penanganan yang tidak tepat di gudang transit dapat menyebabkan kerugian finansial. 

5 Strategi Cerdas Manajemen Logistik Ekspor-Impor!

Menghadapi berbagai tantangan di atas, Anda memerlukan strategi manajemen logistik yang terstruktur dan adaptif. Berikut lima strategi yang dapat mengoptimalkan operasional logistik.

1. Pilih Partner Logistik yang Tepat dan Terpercaya

Pilih jasa pengiriman atau freight forwarder yang sudah berpengalaman. Partner yang baik memiliki jaringan luas, reputasi bagus, dan paham aturan di berbagai negara.

Cek dulu lisensi, sertifikat, dan testimoni pelanggan mereka. Partner yang tepat akan membantu Anda memilih jalur pengiriman terbaik, jenis transportasi, dan solusi jika ada masalah.

2. Gunakan Sistem Logistik Digital

Teknologi sangat membantu dalam pengelolaan logistik modern. Gunakan sistem seperti TMS (Transportation Management System) atau WMS (Warehouse Management System) untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Dengan sistem digital, Anda bisa melacak barang secara langsung, membuat dokumen otomatis, menggabungkan data dari berbagai pihak, dan mendapat laporan untuk keputusan yang lebih baik. Anda juga bisa melihat seluruh proses pengiriman, menemukan kendala, dan terus memperbaiki sistem.

3. Atur Kemasan dan Gabungkan Pengiriman

Cara mengemas dan menggabungkan barang sangat mempengaruhi biaya dan keamanan. Gunakan kemasan sesuai jenis barang, alat transportasi, dan jarak pengiriman. Kemasan yang baik bisa mencegah kerusakan dan klaim asuransi.

Gabungkan beberapa kiriman dalam satu kontainer untuk menghemat biaya per barang. Koordinasikan dengan supplier atau pelanggan untuk menyesuaikan jadwal pengiriman agar ruang kontainer lebih penuh dan biaya lebih hemat.

4. Kelola Risiko Sejak Awal

Jangan tunggu masalah terjadi. Cek risiko secara rutin untuk mengetahui potensi masalah dalam pengiriman Anda. Siapkan rencana cadangan untuk berbagai situasi, seperti keterlambatan di pelabuhan, perubahan aturan, atau bencana alam.

Beli asuransi kargo yang lengkap untuk melindungi barang Anda. Selain itu, gunakan beberapa jalur dan jasa pengiriman berbeda agar tidak bergantung pada satu penyedia saja. 

5. Jalin Hubungan Baik dengan Semua Pihak

Logistik ekspor-impor melibatkan banyak pihak, mulai dari customs broker, freight forwarder, pelabuhan, perusahaan kapal, truk, gudang, dan bea cukai. Hubungan baik dengan mereka semua memberi keuntungan bagi bisnis Anda.

Komunikasikan rutin dan update berkala memastikan semua pihak paham ekspektasi dan jadwal. Partner yang punya hubungan baik dengan Anda akan lebih memprioritaskan dan lebih cepat membantu saat ada masalah.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan!

Selain strategi di atas, ada beberapa aspek yang tidak boleh diabaikan dalam manajemen logistik ekspor-impor:

1. Patuhi Peraturan yang Berlaku

Pastikan Anda selalu tahu peraturan bea cukai, standar produk, dan syarat impor di negara tujuan. Jika melanggar, barang bisa ditolak, kena denda besar, bahkan masuk daftar hitam. Sebaiknya berikan pelatihan pada tim Anda atau konsultasi dengan ahli bea cukai.

2. Dokumen Harus Lengkap dan Benar

Kesalahan kecil dalam dokumen bisa menyebabkan keterlambatan dan biaya tambahan. Cek ulang semua dokumen, seperti Invoice, Packing List, Certificate of Origin, Bill of Lading, dan dokumen khusus lainnya.

3. Atur Keuangan dengan Baik

Bisnis ekspor-impor butuh modal besar karena ada jeda waktu antara pembayaran dan penerimaan barang. Hitung semua biaya termasuk ongkos kirim, asuransi, bea cukai, pajak, dan biaya penanganan. Gunakan instrumen keuangan, seperti Letter of Credit atau Trade Finance untuk mengamankan transaksi.

4. Perhatikan Dampak Lingkungan

Semakin banyak negara dan perusahaan yang mewajibkan standar ramah lingkungan dalam pengiriman. Pilih jasa pengiriman yang memiliki program pengurangan emisi karbon dan gunakan kemasan ramah lingkungan.

5. Lakukan Evaluasi

Logistik selalu berubah. Evaluasi secara rutin kinerja semua bagian pengiriman Anda. Kumpulkan data tentang ketepatan waktu, biaya per kiriman, tingkat klaim, dan indikator penting lainnya. Gunakan data ini untuk terus memperbaiki dan menyesuaikan dengan perubahan pasar.

Perkuat Logistik Bisnis Ekspor-Impor Anda dengan Mitralogistics!

Mengelola logistik ekspor-impor sendiri sangat melelahkan dan berisiko tinggi. Sebab itu, Anda butuh mitra yang memahami terkait ekspor impor barang.

Berpengalaman sejak 2011, Mitralogistics hadir sebagai solusi untuk kebutuhan pengiriman barang bisnis Anda. 

Dengan pengalaman menangani pengiriman dalam dan luar negeri, Mitralogistics menawarkan jaringan luas, customer service yang menemani setiap tahapan, armada lengkap, tim profesional, dan tarif kompetitif!

Yuk, hubungi CS Mitralogistics sekarang dan dapatkan penawaran harga terbaik!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

Made with in Indonesia

Mitralogistics is registered Trademark of PT Naira Mitralogistik Indonesia

Copyright 2024 Mitralogistics