Macam-Macam Jasa Pengiriman Barang Berdasarkan Moda, Kecepatan, dan Jenis Muatan

Macam-Macam Jasa Pengiriman Barang Berdasarkan Moda, Kecepatan, dan Jenis Muatan

0
(0)

Memilih jasa pengiriman bukan hanya soal mencari harga termurah. Setiap layanan memiliki fungsi berbeda sehingga pilihan yang tidak tepat bisa membuat biaya lebih mahal atau barang tiba tidak sesuai kondisi dan waktu yang diharapkan.

Artikel ini membahas jenis-jenis jasa ekspedisi berdasarkan empat kategori, yakni moda transportasi, kecepatan layanan, skala muatan, dan sifat barang. Dengan memahami perbedaan tipe pengiriman barang ini, Anda bisa memilih layanan yang sesuai kebutuhan.

Apa Saja Macam-Macam Jasa Pengiriman Barang?

Jasa pengiriman barang memiliki berbagai jenis layanan yang disesuaikan dengan cara pengiriman, kecepatan, volume, dan karakteristik barang. Secara garis besar, ada lima cara mengkategorikan jenis pengiriman, yaitu:

  • Berdasarkan moda transportasi yang digunakan
  • Berdasarkan kecepatan atau urgensi pengiriman
  • Berdasarkan skala atau volume muatan
  • Berdasarkan sifat dan karakteristik barang
  • Berdasarkan cakupan wilayah tujuan

Kelima kategori ini membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat untuk kebutuhan pengiriman barang berat antar pulau, sekaligus memahami jasa pengiriman barang berdasarkan moda sesuai kebutuhan bisnis.

Jenis Pengiriman Berdasarkan Moda Transportasi

Moda pengiriman (darat/laut/udara) menjadi salah satu pertimbangan utama saat merencanakan pengiriman. Setiap moda memiliki kelebihan dan keterbatasan yang berbeda.

1. Pengiriman Darat

Pengiriman darat menggunakan truk, pickup, atau kendaraan distribusi lainnya. Moda ini paling fleksibel karena dapat menjangkau berbagai titik dalam satu pulau tanpa perlu berpindah moda. Berikut ini beberapa keunggulan utama pengiriman darat:

  • Fleksibilitas jadwal, tidak terikat pada jadwal kapal atau penerbangan;
  • Kemampuan door to door langsung tanpa transit di pelabuhan atau bandara;
  • Cocok untuk distribusi last-mile di area perkotaan maupun antar kota.

Kekurangannya adalah keterbatasan jangkauan. Pengiriman darat tidak bisa menjangkau pulau lain tanpa kombinasi moda penyeberangan. Selain itu, waktu tempuh sangat bergantung pada kondisi lalu lintas dan infrastruktur jalan di rute yang dilalui.

2. Pengiriman Laut

Pengiriman laut menggunakan kapal kargo, kapal kontainer, atau kapal Ro-Ro untuk mengangkut barang antarpulau. Moda ini menjadi tulang punggung distribusi di Indonesia karena mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar dengan biaya per kilogram yang lebih rendah dibandingkan moda lainnya. 

Berikut ini beberapa keunggulan pengiriman laut:

  • Paling ekonomis untuk volume besar dan jarak jauh;
  • Kapasitas muatan tidak terbatas seperti moda udara;
  • Cocok untuk barang berat, barang berbahaya tertentu, dan muatan oversized.

Kekurangannya adalah lead time yang lebih panjang dan jadwal keberangkatan terbatas, tidak seperti armada darat yang bisa dikirim kapan saja. Selain itu, pengirim harus memperhitungkan waktu untuk bongkar muat di pelabuhan dan distribusi last-mile dari pelabuhan ke tujuan akhir.

3. Pengiriman Udara

Pengiriman udara menggunakan pesawat kargo atau layanan freight dari maskapai komersial. Moda ini yang tercepat, tetapi biaya per kilogramnya juga paling tinggi.

Keunggulan utamanya adalah kecepatan. Bahkan untuk rute yang membutuhkan transit, waktu pengiriman udara biasanya lebih singkat dibandingkan pengiriman laut.

Pengiriman udara paling tepat digunakan untuk:

  • Barang bernilai tinggi
  • Komponen atau bahan baku mendesak
  • Barang bervolume kecil

Jenis Pengiriman Berdasarkan Kecepatan Layanan

Reguler vs Ekspres atau Kilat

Selain moda transportasi, kecepatan layanan juga faktor penting dalam memilih jasa pengiriman. Perbandingan pengiriman reguler vs kargo ekspres ini sering menjadi pertimbangan utama, tergantung tingkat urgensi barang yang dikirim. 

1. Pengiriman Reguler 

Layanan standar dengan tarif lebih rendah dan waktu pengiriman mengikuti jadwal normal ekspedisi. Cocok untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

2. Pengiriman Ekspres atau Kilat 

Layanan ini menawarkan waktu pengiriman yang lebih singkat dibandingkan layanan reguler. Tarifnya juga lebih tinggi karena mendapat prioritas pemrosesan, rute langsung, atau menggunakan moda transportasi yang lebih cepat.

Untuk pengiriman barang berat antar pulau, pilihan antara pengiriman reguler vs ekspres sering kali berkaitan dengan penggunaan moda laut atau udara. Pilihan terbaik bergantung pada tingkat urgensi dan nilai barang yang dikirim. 

Apa pun layanan yang dipilih, pastikan standar layanan dan waktu pengiriman disepakati dengan jelas melalui SLA pengiriman barang. Dengan begitu, kualitas layanan tetap terjaga sesuai kesepakatan.

Jenis Pengiriman Berdasarkan Skala Muatan

FCL (Full Container Load) vs LCL (Less than Container Load)

Untuk pengiriman laut atau pengiriman kargo dalam kontainer, ada dua skema utama berdasarkan volume muatan menggunakan sistem FCL/LCL. 

FCL (Full Container Load) 

FCL adalah layanan pengiriman dengan satu kontainer yang digunakan khusus oleh satu pengirim, baik ukuran 20 feet maupun 40 feet. Keunggulannya meliputi:

  • Risiko kerusakan lebih rendah karena barang tidak bercampur dengan muatan pengirim lain.
  • Pengiriman lebih cepat, tidak perlu menunggu proses konsolidasi barang.
  • Lebih hemat untuk volume besar.

FCL umumnya lebih efisien untuk volume sekitar 18–22 CBM atau lebih, tergantung rute. Untuk volume di bawah itu, LCL biasanya lebih hemat.

LCL (Less than Container Load) 

LCL adalah layanan pengiriman yang menggabungkan muatan dari beberapa pengirim dalam satu kontainer. Setiap pengirim membayar sesuai volume atau berat barang yang dikirim. Skema FCL LCL adalah dua opsi yang paling umum dipakai untuk pengiriman berbasis kontainer.

Keunggulan LCL di antaranya:

  • Lebih hemat untuk volume kecil karena tidak perlu membayar ruang kontainer yang tidak terpakai.
  • Lebih fleksibel, cocok untuk bisnis dengan volume pengiriman yang belum konsisten.
  • Cocok untuk bisnis yang baru berekspansi ke rute baru.

Namun, LCL memiliki waktu pengiriman yang cenderung lebih lama karena memerlukan proses konsolidasi. Jadwal pengiriman juga dapat bergantung pada terkumpulnya muatan dari pengirim lain.

Jenis Pengiriman Berdasarkan Sifat Barang

General Cargo, Barang Pecah Belah, Barang Berat, dan Cold Chain

Sifat dan karakteristik barang menentukan jenis layanan yang dibutuhkan, mulai dari general cargo vs special handling. Berikut beberapa di antaranya:

General Cargo 

General cargo adalah kategori barang yang tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat dikirim dengan prosedur standar. Contohnya meliputi produk konsumsi, pakaian, elektronik dalam kemasan standar, dan barang industri ringan. Kategori ini memiliki proses handling, tarif, dan persyaratan dokumen yang relatif sederhana.

Barang Pecah Belah 

Barang pecah belah membutuhkan packing khusus dan penanganan yang lebih hati-hati. Contohnya meliputi keramik, kaca, peralatan laboratorium, dan elektronik sensitif. Ekspedisi harus menerapkan standar pengemasan dan prosedur loading/unloading yang tepat untuk mengurangi risiko benturan dan kerusakan.

Barang Berat dan Oversized Cargo 

Kategori ini mencakup mesin industri, peralatan konstruksi, komponen besar, serta barang yang melebihi batas berat atau dimensi standar. Pengirimannya membutuhkan armada, peralatan bongkar muat, dan keahlian khusus karena tidak semua ekspedisi mampu menanganinya.

Ekspedisi yang berpengalaman menangani barang berat, seperti Mitralogistics, memiliki prosedur dan peralatan khusus untuk memastikan proses pengiriman dan handling berjalan aman serta mengurangi risiko kerusakan atau kecelakaan.

Cold Chain 

Cold chain memiliki persyaratan ketat karena produk farmasi, vaksin, produk biologis, dan frozen food harus tetap berada dalam suhu terkontrol selama perjalanan, dari gudang asal hingga tujuan. 

Layanan ini membutuhkan armada pendingin, fasilitas penyimpanan bersuhu terkontrol, serta sistem pemantauan suhu, menjadi salah satu bentuk general cargo vs special handling yang paling ketat persyaratannya.

Jenis Pengiriman Berdasarkan Cakupan Wilayah

Pengiriman Lokal atau Dalam Kota

Distribusi dalam satu area kota atau metropolitan. Biasanya menggunakan armada ringan dengan lead time dalam hitungan jam dan tarif yang relatif paling rendah.

Pengiriman Antar Kota dalam Satu Pulau

Distribusi antar kota menggunakan moda darat. Untuk Jawa dan Sumatera, layanan ini cukup andal dengan lead time sekitar satu hingga lima hari, tergantung jarak.

Pengiriman Antarpulau

Distribusi dari satu pulau ke pulau lain yang melibatkan kombinasi moda darat dan laut atau udara. Kategori ini lebih kompleks karena membutuhkan koordinasi antar moda dan menyesuaikan jadwal kapal yang tidak selalu tersedia setiap hari.

Pengiriman Internasional

Mencakup kegiatan ekspor dan impor ke luar negeri. Selain proses logistik, pengiriman domestik vs internasional juga dibedakan dari kebutuhan pengurusan bea cukai, dokumen ekspor-impor, dan kepatuhan terhadap regulasi negara tujuan yang hanya berlaku untuk rute internasional. 

Dengan memahami berbagai jenis jasa pengiriman, Anda memilih layanan yang tepat dan efisien dari sisi biaya. Pilihan terbaik harus sesuai karakteristik barang, tenggat waktu, dan tujuan pengiriman.

Memiliki mitra logistik yang memahami berbagai layanan dan dapat merekomendasikan solusi yang tepat juga lebih menguntungkan daripada sekadar memilih ekspedisi dengan tarif termurah. Pelajari lebih lanjut tentang perbedaan vendor dan mitra logistik.

Mitralogistics melayani seluruh kategori pengiriman yang dibahas di artikel ini, dari general cargo hingga cold chain, dari pengiriman dalam kota hingga antar pulau ke seluruh Indonesia. Hubungi tim Mitralogistics untuk konsultasi gratis tentang jenis layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan pengiriman bisnis Anda.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.