Nikmati kemudahan kirim barang mulai 100 kg, pindahan rumah dan kantor, hingga kirim mobil antarprovinsi dan antarpulau bersama Mitra Logistics.
Minta Penawaran →
Incoterms untuk Ekspor dan Impor: Panduan Lanjutan di Luar Kontrak Domestik

Incoterms untuk Ekspor dan Impor: Panduan Lanjutan di Luar Kontrak Domestik

0
(0)

Dalam perdagangan domestik, pembagian tanggung jawab pengiriman biasanya lebih simpel dibandingkan penerapan Incoterms untuk Ekspor dan Impor dalam perdagangan internasional.

Namun, ketika transaksi melibatkan buyer atau supplier dari negara lain, biaya angkut, asuransi, bea cukai, hingga risiko barang perlu diatur dengan lebih jelas.

Ketentuan yang diterbitkan International Chamber of Commerce (ICC) mengatur pembagian biaya, risiko, dan tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam perdagangan internasional.

Artikel ini membahas Incoterms untuk Ekspor dan Impor, mulai dari konsep dasar, istilah yang umum digunakan, hingga cara memilih ketentuan yang sesuai dengan kebutuhan transaksi.

Apa itu Incoterms dan Kenapa Penting dalam Perdagangan Internasional

Incoterms (International Commercial Terms) adalah serangkaian ketentuan  yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce untuk mengatur pembagian biaya, risiko, dan tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan internasional.

Versi yang berlaku saat ini adalah Incoterms 2020, hasil pembaruan yang menyesuaikan praktik pengiriman modern dalam Incoterms untuk Ekspor dan Impor, termasuk pergeseran kebutuhan asuransi dan dokumentasi elektronik.

Fungsi utamanya adalah menjawab dua pertanyaan yang sering jadi sumber perselisihan, yaitu pada titik mana risiko kerusakan atau kehilangan barang berpindah dari penjual ke pembeli, dan siapa yang menanggung biaya di setiap tahap pengiriman.

Tanpa kesepakatan yang jelas soal pemindahan risiko dan biaya ini, kedua pihak bisa punya asumsi berbeda tentang siapa yang bertanggung jawab saat barang rusak di tengah pelayaran atau tertahan di pelabuhan.

Incoterms menjadi lebih penting dalam konteks internasional dibanding domestik karena melibatkan lebih banyak pihak: forwarder di negara asal, pelayaran, otoritas bea cukai di dua negara berbeda, dan kadang forwarder kedua di negara tujuan.

Satu istilah yang salah pilih bisa membuat biaya yang dianggap murah justru membengkak di tangan pembeli, atau sebaliknya membebani penjual dengan tanggung jawab yang tidak diperhitungkan sejak awal.

Incoterms yang Paling Sering Digunakan

Dari sebelas istilah yang ada dalam Incoterms 2020, tiga istilah berikut paling sering muncul dalam transaksi Incoterms untuk Ekspor dan Impor.

FOB (Free on Board): Kapan Risiko Berpindah

Incoterms untuk Ekspor dan Impor
Incoterms untuk Ekspor dan Impor

FOB (Free on Board) hanya berlaku untuk pengiriman via laut atau perairan pedalaman. Dalam skema ini, penjual bertanggung jawab mengurus barang sampai dimuat ke atas kapal di pelabuhan keberangkatan yang disepakati.

Begitu barang melewati pagar kapal atau sudah berada di atas dek, risiko dan biaya selanjutnya berpindah sepenuhnya ke pembeli, termasuk biaya pengangkutan laut, asuransi, dan proses di pelabuhan tujuan.

FOB sering dipilih karena pembagian tanggung jawabnya jelas dan penjual tidak perlu mengurus logistik di luar negaranya sendiri.

Namun pembeli perlu siap mengelola proses di sisi internasional, termasuk memilih perusahaan pelayaran dan mengatur asuransi sendiri.

CIF (Cost, Insurance, Freight): Cakupan Biaya yang Ditanggung Penjual

CIF (Cost, Insurance, Freight) memperluas tanggung jawab penjual lebih jauh dibanding FOB.

Selain mengurus pemuatan barang, penjual juga menanggung biaya pengangkutan laut sampai pelabuhan tujuan serta biaya asuransi minimum untuk melindungi barang selama pelayaran dalam Incoterms untuk Ekspor dan Impor.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa risiko tetap berpindah ke pembeli pada titik yang sama seperti FOB, yaitu saat barang dimuat ke kapal, meskipun biayanya ditanggung penjual sampai pelabuhan tujuan.

Perbedaan antara siapa yang menanggung biaya dan siapa yang menanggung risiko inilah yang paling sering disalahpahami dalam skema CIF.

Pembeli kadang mengira perlindungan asuransinya menyeluruh, padahal cakupan asuransi minimum dalam CIF biasanya hanya memenuhi standar dasar, bukan proteksi penuh atas nilai barang.

EXW (Ex Works): Tanggung Jawab Minimum bagi Penjual

EXW (Ex Works) adalah istilah dengan tanggung jawab paling ringan bagi penjual.

Penjual hanya perlu menyiapkan barang di lokasinya sendiri, seperti gudang atau pabrik, dan sejak saat itu seluruh biaya serta risiko pengangkutan, termasuk proses ekspor di negara asal, menjadi tanggung jawab pembeli sepenuhnya.

Skema ini kerap dipilih penjual yang ingin meminimalkan keterlibatan dalam proses logistik lintas negara, tetapi berisiko menyulitkan pembeli yang belum familiar dengan prosedur ekspor di negara penjual.

Pembeli perlu mengatur sendiri pengurusan dokumen ekspor, transportasi domestik di negara asal, hingga pengiriman internasional, yang pada praktiknya sering memerlukan bantuan pihak ketiga di lapangan.

Cara Memilih Incoterms yang Tepat untuk Transaksi Anda

Incoterms untuk Ekspor dan Impor
Incoterms untuk Ekspor dan Impor

Cara pilih incoterms ekspor impor yang tepat dimulai dari memahami kapasitas dan preferensi masing-masing pihak dalam transaksi.

Pembeli yang sudah punya jaringan forwarder dan asuransi sendiri di negaranya biasanya lebih nyaman dengan FOB atau EXW dalam Incoterms untuk Ekspor dan Impor, karena bisa mengatur pengangkutan dengan harga dan layanan yang terpercaya.

Sebaliknya, pembeli yang baru merintis hubungan dagang internasional sering memilih CIF agar sebagian besar proses logistik tetap diurus penjual sampai barang mendekati pelabuhan tujuan.

Penjual yang belum terbiasa dengan prosedur bea cukai internasional sebaiknya menghindari EXW, karena pembeli yang berada di negara berbeda akan kesulitan mengurus proses ekspor yang seharusnya menjadi domain penjual.

Dalam kasus seperti ini, bekerja sama dengan penyedia jasa pengiriman barang yang berpengalaman menangani rute internasional bisa membantu menjembatani kesenjangan pengalaman tersebut, baik dari sisi dokumentasi maupun koordinasi dengan pihak pelayaran.

Barang bernilai tinggi atau mudah rusak umumnya membutuhkan cakupan asuransi yang lebih jelas, sehingga CIF atau istilah dengan asuransi tambahan lebih masuk akal dibanding FOB yang menyerahkan urusan asuransi sepenuhnya ke pembeli.

Risiko Salah Memilih Incoterms dalam Kontrak Internasional

Risiko salah pilih incoterms paling sering muncul dalam bentuk sengketa biaya yang tidak terduga.

Penjual yang menyepakati CIF tanpa memperhitungkan fluktuasi tarif pelayaran bisa mendapati margin keuntungannya tergerus saat ongkos kirim naik di tengah kontrak berjalan.

Sebaliknya, pembeli yang menyepakati EXW tanpa memahami proses ekspor di negara penjual bisa menghadapi keterlambatan panjang karena dokumen yang tidak lengkap atau prosedur bea cukai yang tidak familiar.

Dampak lain yang kerap tidak disadari dalam Incoterms untuk Ekspor dan Impor adalah ketika proses pengiriman tersendat di tengah jalan, misalnya akibat dokumen bea cukai yang bermasalah di pelabuhan tujuan.

Situasi semacam ini punya pola penyebab yang mirip dengan yang dibahas dalam artikel cara mengatasi keterlambatan custom clearance berulang, di mana ketidakjelasan tanggung jawab dokumen menjadi salah satu akar masalahnya.

Jika Anda sedang menyusun kontrak Incoterms untuk Ekspor dan Impor dan ingin memastikan pembagian tanggung jawab logistiknya realistis untuk kondisi bisnis Anda, tim Mitralogistics siap diajak berdiskusi lebih lanjut soal opsi pengiriman yang paling sesuai.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Bukan. Incoterms hanya mengatur pembagian biaya, risiko, dan tanggung jawab logistik antara penjual dan pembeli. Soal harga, metode pembayaran, dan ketentuan hukum lainnya tetap perlu diatur terpisah dalam kontrak jual beli.

CIF biasanya lebih nyaman untuk pembeli pemula karena sebagian besar proses logistik dan asuransi minimum sudah diurus penjual sampai pelabuhan tujuan, sehingga pembeli tidak perlu mengatur banyak hal sejak awal.

Sebaiknya iya. Mencantumkan versi tahun, bukan hanya nama istilahnya, membantu menghindari multitafsir jika suatu saat kontrak perlu dirujuk kembali, terutama saat terjadi klaim atau perselisihan.

Hal ini wajar terjadi, terutama saat salah satu pihak lebih terbiasa mengurus logistik sendiri. Solusinya biasanya ditemukan lewat negosiasi di titik tengah, misalnya memilih istilah dengan pembagian tanggung jawab yang lebih merata, bukan pada ekstrem FOB atau EXW.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

Partner logistik terpercaya untuk pengiriman ke seluruh Indonesia

Ikuti Kami

Cek Status Pengiriman

Hubungi Kami

Alamat Kantor Kami

Medan

ECO park, ruko, Jl. STM Jalan Kompleks No.16A, Suka Maju, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20148

Jakarta

Jl. Kebahagiaan No 34, RT 5/RW 1, Krukut, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11140

Denpasar

Jl. Pulau Moyo Gg. Cemara B No.2, Pedungan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80222

Copyright © 2026 Mitralogistic, Inc. All rights reserved.