Sudah mempersiapkan operasional logistik sedemikian rupa, namun takut faktor eksternal mengacaukannya? Menyiapkan sistem distribusi dan logistik yang matang menjelang Ramadan memang jadi salah satu PR berat bagi bisnis FMCG mengingat lonjakan transaksi yang pasti terjadi.
Daftar Isi
Namun, terkadang tidak semua rencana berjalan lancar, termasuk merencanakan sistem operasional logistik yang dirasa sudah sempurna. Untuk mencegah kegagalan tersebut, Anda bisa antisipasi hambatan-hambatan logistik FMCG selama Ramadan yang dapat diprediksi dan menyiapkan rencana matang untuk merespons hal tersebut.
Hambatan Utama Logistik FMCG selama Ramadan
Saat operasional logistik sudah matang, kebanyakan faktor penyebab kendala logistik saat Hari H Ramadan berasal dari hal-hal di luar kendali bisnis, seperti faktor cuaca hingga kebijakan pemerintah. Selengkapnya, berikut 7 hambatan utama yang bisa diantisipasi.
1. Pembatasan Operasional Truk (Regulasi)
Hambatan pertama datang dari regulasi pemerintah yang sering kali membatasi operasional truk-truk pengantar barang di jalur arteri utama dan tol untuk mengurangi kemacetan, terlebih ketika mendekati Lebaran. Hal ini tentunya membuat rentang waktu distribusi efektif jadi lebih singkat sehingga membutuhkan perencanaan detail terkait pengiriman barang menjelang Lebaran.
2. Kepadatan Lalu Lintas
Selain ibadah dan kebutuhan Lebaran yang meningkat, Ramadan juga memiliki ciri khas arus lalu lintas yang lebih padat di beberapa waktu, seperti saat menjelang mudik Lebaran. Hal ini tentunya membuat waktu dan jarak tempuh pengiriman jadi lebih panjang dari biasanya, yang berpotensi menjadi penyebab utama keterlambatan pengiriman, baik ke distributor/ritel maupun langsung ke konsumen.
3. Lonjakan Permintaan (Peak Season)
Banyak bisnis sudah memahami bahwa akan terjadi peak season saat Ramadan yang sering kali terjadi 1-2 minggu sebelum Lebaran. Akan tetapi, tidak ada yang memprediksi hari pastinya sehingga dibutuhkan sistem yang agile atau tangkas dan sigap dalam memproses volume pesanan yang melonjak drastis, mulai dari manajemen gudang untuk perputaran stok hingga pengiriman yang terjadwal agar tidak terjadi penumpukan.
4. Keterbatasan Armada dan Tenaga Kerja
Meningkatnya lonjakan permintaan juga sering kali menuntut armada logistik yang mumpuni. Saat Anda memutuskan untuk bekerja sama dengan vendor logistik pun, ada kemungkinan bahwa ketersediaan unit jadi terbatas karena banyak perusahaan yang juga melakukan pengiriman khusus Ramadan. Di sisi lain, Anda juga harus menyesuaikan kapasitas pekerja yang tentunya memiliki jam kerja serta kalender kerja yang lebih singkat akibat cuti Lebaran.
5. Tantangan Cold Chain
Bagi bisnis yang menjual produk sensitif suhu, penerapan sistem cold chain menjadi sebuah keharusan, namun terkadang pelaksanaannya saat Ramadan juga mengalami beberapa hambatan. Salah satunya adalah faktor kepadatan lalu lintas yang membuat waktu produk berada di jalan semakin lama, membuat chiller di dalam kendaraan harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu produk di bawah terik matahari.
6. Risiko Faktor Cuaca Ekstrem
Dikarenakan perbedaan durasi waktu antara kalender Hijriah dan Masehi, terkadang Ramadan jatuh pada musim pancaroba yang ekstrem saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Pengiriman juga bisa saja terhambat hujan deras hingga banjir di beberapa titik rawan banjir, membuat rute pengiriman jadi mudah terputus dan potensi kerusakan produk juga lebih tinggi.
7. Sistem Logistik Konvensional
Dengan tuntutan pemrosesan pesanan yang cepat, bisnis Anda dituntut untuk lincah baik dalam pengisian ulang stok di cabang maupun distributor maupun selama proses pengiriman. Bagi bisnis yang masih mengandalkan pencatatan manual, kemungkinan terjadinya human error akan lebih tinggi sehingga pemanfaatan teknologi untuk pemantauan dan koordinasi terkini menjadi sebuah keharusan.
Hal yang Bisa Dilakukan
Mencapai KPI logistik FMCG selama Ramadan memang sulit jika hanya fokus pada hambatan-hambatan di depan mata. Untuk menghindari risiko yang harus ditanggung jika tidak menggubris hambatan di atas, Anda bisa melakukan langkah antisipatif dengan melakukan tiga hal berikut.
1. Meningkatkan Kapasitas
Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menambah kapasitas stok barang lebih awal sebelum memasuki Ramadan, baik secara jumlah produk utama maupun buffer stock atau stok cadangan. Ini adalah strategi terbaik untuk mengatasi adanya lonjakan permintaan dari konsumen yang tidak pasti.
Jangan lupa juga untuk meningkatkan pengelolaan produk FMCG sesuai kebutuhan Ramadan, misalnya dengan menata produk best-seller jadi lebih aksesibel. Selain dari segi produk, Anda juga perlu meningkatkan kapasitas dari armada pengiriman maupun tenaga kerja untuk memperlancar pengemasan, pemuatan, hingga pengiriman barang sampai ke konsumen.
2. Mengoptimalkan Teknologi Transport Management System (TMS)
Langkah selanjutnya ini penting untuk meningkatkan kelincahan dan responsivitas bisnis Anda dalam menghadapi volume transaksi tinggi, yaitu adopsi teknologi terkini, mulai dari Warehouse Management System (WMS) untuk optimalisasi manajemen gudang atau TMS.
TMS sendiri sering kali dilengkapi dengan GPS tersebut dapat memberikan banyak manfaat bagi bisnis, mulai dari pemantauan secara real-time untuk memberikan estimasi waktu yang transparan kepada konsumen hingga mengoptimalkan rute alternatif untuk menghindari kemacetan.
3. Melakukan Koordinasi Intensif dengan Pemerintah terkait Kebijakan Lalu Lintas
Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah memantau regulasi pemerintah secara aktif terkait aturan lalu lintas terkini, terutama mengenai jadwal pembatasan angkutan barang. Ini penting agar Anda dapat melakukan penjadwalan pengiriman barang dengan tetap memperhatikan regulasi yang ada.
Kenapa Harus Mengandalkan Vendor Logistik yang Andal seperti Mitralogistics?
Menangani logistik saat Ramadan memang tidak mudah karena Anda harus menanggung risiko berat untuk menangani volume transaksi tinggi, terlebih jika bisnis Anda belum memiliki armada logistik yang mumpuni.
Mitralogistics hadir sebagai solusi vendor logistik yang berpengalaman menangani pengiriman dengan volume tinggi selama lebih dari 10 tahun. Dengan Mitralogistics, Anda bisa melakukan pengiriman barang dari hulu ke hilir, baik pengiriman bahan baku dari supplier maupun pengiriman last mile ke distributor dan konsumen.
Kami memiliki sistem tracking yang transparan melalui website Mitralogistics maupun Customer Service sehingga Anda bisa menginformasikan posisi pengiriman secara leluasa kepada konsumen. Tunggu apalagi? Segera konsultasikan kebutuhan pengiriman Ramadan Anda dengan tim Mitralogistics agar proses distribusi aman dan tak terkendala!
Anda harus menerapkan pengemasan dengan ekstra safety untuk produk-produk yang sensitif terhadap perubahan suhu serta menerapkan sistem cold chain jika perlu. Jika Anda mengandalkan vendor logistik, Anda perlu mengurus asuransi untuk produk bernilai tinggi untuk menghindari kerugian finansial. Tidak semua produk FMCG dibatasi pengirimannya selama Ramadan. Produk bahan pokok seperti sembako, air mineral dalam kemasan, serta bahan bakar biasanya diberi kelonggaran mengingat prioritas kebutuhannya di masyarakat. Namun, Anda perlu memastikan kembali setiap kebijakan yang dikeluarkan karena bisa jadi regulasi yang berlaku berubah. Lakukan forecasting demand melalui data penjualan tahun lalu untuk memperkirakan stok barang yang perlu disediakan, planning pengiriman barang, serta tanggal terakhir pemesanan konsumen. Sesuaikan juga kapasitas dari tenaga kerja bisnis Anda dan manfaatkan teknologi mutakhir untuk proses yang lebih lancar.Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Selengkapnya, Anda bisa baca cara mengatur operasional logistik FMCG selama Ramadan berikut.
Andara berpengalaman lebih dari 3 tahun dalam menulis artikel SEO-friendly untuk lintas industri. Di Mitralogistics, Andara berkontribusi dengan memberikan pemahaman mendalam seputar manajemen logistik & operasional dan dampaknya kepada bisnis pembaca.




