5+ Cara Mengoptimalkan Biaya Logistik Farmasi dengan Efektif!

5+ Cara Mengoptimalkan Biaya Logistik Farmasi dengan Efektif!

0
(0)

Mengelola bisnis farmasi memang penuh tantangan, apalagi dalam hal pengiriman produk yang memerlukan penanganan khusus. Biaya logistik kerap menjadi pos pengeluaran yang cukup besar dan perlu dikelola dengan cermat. 

Untuk itu, Anda perlu memahami cara mengoptimalkan biaya logistik farmasi supaya dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Mari simak pembahasan lengkapnya di artikel ini!

Apa Itu Biaya Logistik Farmasi?

Biaya logistik farmasi mencakup seluruh pengeluaran yang terkait dengan proses penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman produk farmasi dari gudang hingga sampai ke tangan konsumen atau apotek tujuan. 

Berbeda dengan logistik produk pada umumnya, logistik farmasi memiliki kompleksitas tersendiri karena melibatkan produk-produk yang sensitif terhadap suhu, memerlukan izin khusus, dan harus mematuhi regulasi ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mengingat karakteristik produk farmasi yang sangat spesifik, pengelolaan biaya logistik menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian khusus. Tidak hanya aspek finansial, tetapi juga kepatuhan terhadap standar keamanan dan kualitas produk sepanjang rantai distribusi.

Apa Saja Komponen Utama Biaya Logistik Farmasi?

biaya logistik farmasi (3)
Foto: Freepik.

Supaya dapat mengoptimalkan biaya logistik, Anda perlu terlebih dahulu memahami komponen-komponen yang membentuknya. Berikut elemen-elemen yang berkontribusi terhadap biaya logistik farmasi:

1. Biaya Transportasi dan Pengiriman 

Merupakan komponen terbesar dalam logistik farmasi. Biaya ini mencakup ongkos kirim antar kota atau pulau, bahan bakar, dan biaya kendaraan khusus yang dilengkapi dengan sistem pendingin untuk produk-produk yang memerlukan cold chain.

2. Biaya Penyimpanan dan Pergudangan 

Meliputi sewa gudang berstandar farmasi, utilitas seperti listrik untuk pendingin, serta sistem keamanan yang memadai. Gudang farmasi harus memenuhi persyaratan khusus, seperti kontrol suhu dan kelembaban.

3. Biaya Pengemasan 

Mencakup material kemasan khusus, seperti styrofoam, ice gel, dan insulasi termal untuk menjaga stabilitas produk selama pengiriman. Pengemasan yang tepat sangat penting untuk memastikan produk tetap dalam kondisi optimal.

4. Biaya Tenaga Kerja 

Melibatkan gaji staf gudang, kurir, dan tim quality control yang bertanggung jawab memastikan setiap produk ditangani sesuai standar. 

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Pharmaceutical and Healthcare Marketing, manajemen sumber daya manusia yang efisien dapat mengurangi biaya operasional logistik hingga 15-20%.

5. Biaya Asuransi dan Dokumentasi 

Biaya ini diperlukan untuk melindungi produk bernilai tinggi dan memenuhi persyaratan regulasi seperti pengurusan izin BPOM dan sertifikasi distribusi.

6. Biaya Teknologi dan Sistem 

Mencakup investasi pada software manajemen inventori, sistem tracking pengiriman, dan perangkat monitoring suhu yang semakin penting dalam logistik farmasi saat ini.

Baca Juga: Logistik di Industri Farmasi: Tren & Strateginya!

Tips Efektif Mengoptimalkan Biaya Logistik Farmasi!

Setelah memahami komponen biaya, berikut cara-cara praktis yang dapat langsung diimplementasikan:

1. Lakukan Konsolidasi Pengiriman

Menggabungkan beberapa pesanan dalam satu rute pengiriman dapat mengurangi biaya transportasi. 

Alih-alih mengirim setiap pesanan secara terpisah, Anda dapat mengumpulkan pesanan dengan tujuan yang searah dan mengirimkannya bersama-sama.

Contoh kasus sederhana, anggaplah ada sebuah apotek online di Jakarta menerapkan sistem konsolidasi dengan mengirim produk ke wilayah Surabaya hanya dua kali seminggu dengan volume besar, dibandingkan sebelumnya yang mengirim setiap hari dengan volume kecil. Hasilnya, mereka berhasil memangkas biaya logistik hingga 30% dalam tiga bulan pertama.

2. Optimalkan Manajemen Inventori

Pengelolaan stok yang efisien dapat mencegah pemborosan akibat produk kadaluarsa atau overstocking yang memakan biaya penyimpanan. Terapkan sistem First Expired First Out (FEFO) khusus untuk produk farmasi dan gunakan software inventory management untuk memantau pergerakan stok secara real-time. 

3. Pilih Mitra Logistik yang Tepat

Pastikan mitra logistik Anda memiliki izin resmi, fasilitas cold chain yang memadai, dan sistem tracking. Selain harga, pertimbangkan kualitas layanan, jangkauan distribusi, dan rekam jejak dalam menangani produk farmasi.

4. Manfaatkan Teknologi Digital

Investasi pada teknologi seperti Transportation Management System (TMS) atau Warehouse Management System (WMS) memang memerlukan biaya awal, tetapi dapat menghemat biaya operasional dalam jangka panjang. 

Menurut data dari Pharmaceutical Commerce, perusahaan farmasi yang mengimplementasikan sistem digital mengalami peningkatan efisiensi hingga 25% dan pengurangan kesalahan operasional hingga 40%.

5. Negosiasikan Kontrak Jangka Panjang

Membangun hubungan jangka panjang dengan penyedia jasa logistik dapat memberikan Anda posisi tawar yang lebih baik. Dengan komitmen volume pengiriman tertentu, Anda dapat memperoleh tarif kompetitif dan layanan prioritas. 

Selain itu, kemitraan jangka panjang juga mampu menyesuaikan layanan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan bisnis Anda.

6. Terapkan Route Optimization

Mengoptimalkan rute pengiriman dapat mengurangi jarak tempuh, waktu pengiriman, dan konsumsi bahan bakar. 

Gunakan aplikasi route planning yang dapat menghitung rute paling efisien dengan mempertimbangkan faktor seperti kondisi lalu lintas, jarak, dan titik-titik pengiriman.

7. Evaluasi dan Monitoring Berkala

Lakukan audit biaya logistik secara rutin untuk mengidentifikasi area yang masih bisa ditingkatkan. 

Bandingkan performa dengan target yang telah ditetapkan. Jangan ragu untuk melakukan penyesuaian strategi jika diperlukan.

Apa Saja Kesalahan yang Harus Dihindari?

biaya logistik farmasi (2)
Foto: Freepik.

Dalam upaya mengoptimalkan biaya logistik, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dan justru dapat merugikan bisnis, di antaranya:

1. Mengabaikan Pentingnya Cold Chain

Beberapa pelaku bisnis farmasi tergoda untuk menggunakan jasa logistik regular yang lebih murah, tetapi tidak dilengkapi dengan fasilitas cold chain yang memadai. Keputusan ini sangat berisiko karena dapat merusak kualitas produk dan berujung merugi.

2. Mengabaikan Asuransi Pengiriman

Produk farmasi umumnya memiliki nilai yang cukup tinggi. Mengirim tanpa asuransi adalah kesalahan yang dapat mengakibatkan kerugian besar jika terjadi kerusakan atau kehilangan. 

Lagipula, biaya asuransi sebetulnya relatif kecil dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin terjadi.

3. Kurang Komunikasi dengan Mitra Logistik

Salah atau kurang mengkomunikasikan kebutuhan khusus produk Anda kepada penyedia jasa logistik dapat menyebabkan kesalahan penanganan. 

Pastikan Anda memberikan instruksi yang jelas mengenai persyaratan penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman untuk setiap jenis produk.

4. Hanya Fokus pada Harga Termurah

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih jasa logistik semata-mata berdasarkan harga termurah tanpa mempertimbangkan kualitas layanan. 

Biaya murah yang ditawarkan mungkin tidak sebanding dengan risiko keterlambatan, kerusakan produk, atau kehilangan barang yang dapat merugikan bisnis.

Baca Juga: Jasa Pengiriman Alat Kesehatan Termurah

Mitralogistics, Solusi Terbaik untuk Logistik Farmasi yang Lebih Efisien & Optimal!

Setelah memahami berbagai strategi optimalisasi biaya logistik farmasi, langkah selanjutnya adalah memilih mitra yang tepat untuk mewujudkannya. 

Mitralogistics hadir sebagai solusi terpercaya untuk kebutuhan logistik farmasi Anda. Dengan pengalaman menangani pengiriman produk-produk sensitif, Mitralogistics menyediakan layanan logistik yang menjamin keamanan dan kualitas produk sampai ke tujuan.

Segera hubungi tim CS Mitralogistics sekarang untuk konsultasi tentang kebutuhan pengiriman Anda dan dapatkan penawaran harga terbaik!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

Made with in Indonesia

Mitralogistics is registered Trademark of PT Naira Mitralogistik Indonesia

Copyright 2024 Mitralogistics