Proses distribusi barang antara perusahaan (B2B) memiliki tingkat kesulitan lebih besar ketimbang pengiriman langsung ke konsumen individual (B2C). Sebab, kapasitas muatannya besar, nilai harganya tinggi, serta ada urgensi untuk menjaga kelancaran rantai pasok.
Daftar Isi
Meskipun demikian, aktivitas ini tetap rentan terhadap berbagai risiko yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi operasional bisnis.
Apa Saja Risiko Pengiriman B2B?
Setiap tahap dalam proses pengiriman B2B memiliki masalahnya sendiri. Berikut lima risiko utama yang sering dihadapi oleh banyak perusahaan:
1. Keterlambatan Pengiriman (Delay)
Keterlambatan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah armada, kondisi lalu lintas, cuaca buruk, hingga proses bongkar muat yang lama di gudang tujuan.
Bahkan, kendala tak terduga seperti kerusakan mesin atau penutupan jalan darurat juga dapat mengacaukan jadwal yang sudah direncanakan.
2. Kerusakan atau Kehilangan Barang
Barang yang dikirim dalam jumlah besar rentan terhadap kerusakan akibat penanganan kurang baik, guncangan selama perjalanan, atau pengepakan yang tidak memadai. Risiko kehilangan akibat pencurian atau salah penempatan juga selalu ada.
3. Biaya Tidak Terduga
Biaya pengiriman bisa membengkak di luar perkiraan awal. Hal ini bisa terjadi karena adanya biaya tambahan untuk akses jalan, biaya bongkar muat, biaya penyimpanan (demurrage) jika proses di gudang melampaui waktu, atau biaya tak terduga lainnya.
4. Masalah Dokumentasi dan Kepabeanan
Untuk pengiriman antar pulau atau internasional, kelengkapan dan keakuratan dokumen sangatlah penting. Kesalahan kecil saja bisa menyebabkan barang tertahan dan menimbulkan denda. Setiap negara atau bahkan daerah kerap memiliki regulasi spesifik yang harus dipatuhi.
5. Komunikasi yang Buruk
Kurangnya transparansi dan komunikasi dari pihak penyedia jasa logistik menjadi risiko tersendiri.
Ketika Anda tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai status pengiriman, sulit untuk merencanakan langkah selanjutnya atau menginformasikan kepada mitra bisnis Anda.
Dampak Risiko bagi Bisnis
Risiko pengiriman yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak merugikan perusahaan Anda, seperti:
- Terganggunya Rantai Pasok: Keterlambatan pengiriman bahan baku bisa menghentikan seluruh lini produksi.
- Penurunan Kepuasan Pelanggan: Mitra bisnis yang tidak menerima pesanannya tepat waktu atau dalam kondisi baik akan kehilangan kepercayaan.
- Kerugian Finansial: Anda harus menanggung biaya penggantian barang yang rusak atau hilang, membayar denda, dan kehilangan potensi pendapatan akibat terhentinya operasional.
- Rusaknya Reputasi Bisnis: Ketidakmampuan untuk memenuhi komitmen pengiriman dapat merusak citra perusahaan Anda sebagai mitra tepercaya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Risiko Pengiriman B2B
Walaupun risiko selalu ada, Anda bisa meminimalkan dampaknya dengan strategi proaktif, di antaranya:
1. Pilih Mitra Logistik yang Terpercaya
Lakukan riset mendalam sebelum memilih penyedia jasa logistik. Cari tahu rekam jejak, ulasan dari klien lain, serta spesialisasi mereka. Pastikan mereka memiliki pengalaman dalam menangani jenis barang yang Anda kirim.
Mitra yang andal biasanya memiliki jaringan luas dan mampu memberikan solusi kalau terjadi masalah di tengah jalan. Jangan hanya tergiur dengan harga murah, pertimbangkan juga kualitas layanan dan jaminan keamanan yang mereka tawarkan.
2. Gunakan Asuransi Pengiriman
Jangan anggap remeh pentingnya asuransi, apalagi untuk barang bernilai tinggi. Asuransi memberikan ketenangan finansial jika terjadi kerusakan atau kehilangan barang.
Ada berbagai jenis polis asuransi yang biasanya ditawarkan, seperti All Risk yang menanggung hampir semua jenis kerusakan dan kehilangan, atau Total Loss Only (TLO) yang memberikan ganti rugi jika seluruh muatan hilang atau rusak total.
3. Manfaatkan Sistem Tracking
Jalin kerja sama dengan perusahaan logistik yang menyediakan sistem tracking. Dengan sistem ini, Anda dapat memantau posisi dan status kiriman Anda kapan saja, mengantisipasi potensi keterlambatan.
4. Pastikan Dokumentasi Lengkap dan Akurat
Buat daftar periksa (checklist) untuk semua dokumen yang diperlukan. Periksa kembali setiap detail sebelum barang diberangkatkan untuk menghindari masalah administrasi.
5. Jaga Komunikasi yang Proaktif
Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan penyedia logistik Anda. Mintalah pembaruan secara berkala dan informasikan kebutuhan spesifik Anda sejak awal.
Komunikasi dua arah yang lancar dapat mencegah kesalahpahaman dan mempercepat penanganan masalah jika terjadi kendala. Dengan demikian, kerja sama kedua belah pihak dapat berjalan efektif untuk memastikan pengiriman sesuai rencana.
Kenapa Mitralogistics Bisa Jadi Solusi?
Menghadapi berbagai risiko di atas, salah satu solusi utamanya adalah memilih partner logistik yang tepat. Untuk itulah, Mitralogistics hadir membantu menjawab tantangan pengiriman B2B Anda.
- Pengalaman 12++ tahun di bidang logistik. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam menangani berbagai jenis kargo B2B, Mitralogistics memahami seluk-beluk dan kemungkinan masalah di lapangan.
- Layanan lengkap. Mulai dari armada pengangkut (darat, laut, udara), layanan pengemasan, asuransi, layanan door-to-door, hingga pengurusan dokumen untuk memastikan semuanya berjalan lancar.
- Sistem tracking. Mitralogistics memiliki sistem tracking untuk melacak posisi pengiriman agar Anda jauh lebih tenang.
- Customer Service yang Responsif: Tim Mitralogistics siap membantu dan memberikan informasi yang Anda butuhkan, memastikan tidak ada putus komunikasi selama proses pengiriman.
Percayakan kebutuhan logistik B2B Anda kepada Mitralogistics untuk pengiriman yang aman, tepat waktu, dan efisien.
Hubungi tim CS kami sekarang melalui WhatsApp atau Live Chat dan konsultasikan kebutuhan logistik B2B Anda!


Penulis merupakan SEO Content Writer yang aktif sejak 2023 dan memiliki pengalaman menulis di berbagai platform digital. Melalui kolaborasi bersama Mitralogistics, penulis berfokus menyajikan konten informatif yang ringkas, relevan, dan mudah dipahami seputar logistik serta pengiriman barang.
#BeratBukanLagiMasalah, bersama Mitralogistics yang #BebasKeManaAja.





