Industri farmasi adalah salah satu sektor paling rumit dan penting dalam rantai pasokan global. Berbeda dengan produk lain, produk farmasi butuh penanganan khusus yang sangat ketat, mulai dari kontrol suhu, kepatuhan aturan, hingga dokumentasi lengkap.
Daftar Isi
Dalam industri di mana kesalahan bisa berdampak pada nyawa manusia, pengelolaan logistik harus memenuhi standar regulasi tertinggi demi keselamatan pasien dan kualitas produk.
Seperti Apa Perkembangan Logistik di Industri Farmasi Selama Ini?
Industri logistik farmasi sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, didorong oleh meningkatnya permintaan global akan produk kesehatan, vaksin, dan obat-obatan biologis.
Salah satu perkembangan paling signifikan adalah pertumbuhan cold chain logistics. Hal ini sejalan dengan data dari Grand View Research yang memproyeksikan ukuran pasar logistik farmasi global akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 8,6% dari tahun 2023 hingga 2030.
Di Indonesia sendiri, pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi industri kesehatan nasional dan program jaminan kesehatan pemerintah yang menuntut distribusi obat merata hingga ke pelosok daerah.
Manfaat dan Peran Logistik dalam Industri Farmasi!
Logistik memegang peran sentral dalam menjaga integritas produk farmasi dari pabrik hingga ke tangan pasien. Berikut peran pentingnya:
1. Memastikan Kualitas Produk
Produk farmasi sangat sensitif. Vaksin yang butuh pengiriman dengan kontrol suhu harus dijaga antara 2°C-8°C atau -20°C agar tetap efektif. Penyimpangan suhu sedikit saja bisa mengurangi khasiat obat atau bahkan merusaknya dan membahayakan pasien.
Sistem rantai dingin (cold chain) yang baik memastikan produk seperti insulin, biologik, vaksin, dan obat kanker tetap dalam kondisi optimal dari pabrik hingga sampai ke tangan pasien. Investasi dalam kemasan berkualitas tinggi, alat pemantau suhu, dan staf terlatih adalah investasi untuk keselamatan pasien.
2. Menjamin Kepatuhan Aturan
Industri farmasi adalah salah satu industri dengan aturan paling ketat di dunia. Gagal mematuhi aturan bisa berakibat penarikan produk, denda besar, bahkan pencabutan izin operasional.
Logistik yang baik memastikan kepatuhan terhadap standar internasional seperti GDP (Good Distribution Practice), GMP (Good Manufacturing Practice), dan aturan lokal di setiap negara tujuan.
3. Meningkatkan Efisiensi dan Mengurangi Pemborosan
Pengelolaan logistik yang baik mengurangi waktu pengiriman, meminimalkan biaya penyimpanan, dan mengurangi pemborosan dari produk kadaluarsa atau rusak.
Dengan sistem perkiraan yang akurat, perusahaan farmasi bisa memastikan produk tersedia di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat, tanpa kelebihan atau kekurangan stok.
4. Mendukung Akses Kesehatan Global
Logistik farmasi yang baik memudahkan obat penyelamat nyawa sampai ke pasien di berbagai belahan dunia, termasuk daerah terpencil dan negara berkembang.
Semua bergantung pada logistik farmasi yang andal, mulai dari program vaksinasi global, distribusi obat untuk penyakit tropis, hingga bantuan kemanusiaan di zona konflik.
Tips Mengoptimalkan Logistik agar Bisnis Farmasi Tetap Lancar
Mengingat rumitnya kompleksitas farmasi, berikut strategi untuk mengoptimalkan operasional:
1. Investasi dalam Infrastruktur Cold Chain
Untuk perusahaan yang menangani produk sensitif suhu, wajib berinvestasi dalam infrastruktur cold chain berkualitas tinggi. Ini mencakup:
- Gudang berpendingin dengan sistem cadangan untuk mencegah perubahan suhu;
- Truk dan kontainer berpendingin yang dilengkapi sistem pemantauan suhu secara langsung;
- Kemasan termal pasif menggunakan bahan penahan suhu untuk pengiriman jarak dekat;
- Kemasan termal aktif dengan unit pendingin untuk pengiriman jarak jauh atau produk sangat sensitif.
Pastikan semua peralatan dirawat secara rutin dan dikalibrasi sesuai standar. Pemetaan suhu harus dilakukan untuk semua fasilitas penyimpanan dan peralatan transportasi untuk memastikan tidak ada titik yang terlalu dingin atau panas.
2. Gunakan Teknologi Pemantauan dan Pelacakan
Gunakan sistem bisa memantau langsung:
- Suhu dan kelembaban sepanjang rantai pasokan menggunakan alat pencatat data atau sensor IoT;
- Pelacakan lokasi menggunakan GPS untuk memantau pengiriman;
- Indikator guncangan dan kemiringan untuk produk yang sensitif terhadap penanganan kasar;
- Pemantauan paparan cahaya untuk produk yang sensitif cahaya.
Data yang dikumpulkan harus terhubung dalam satu platform dan bisa diakses oleh semua pihak. Atur peringatan otomatis untuk memberi notifikasi jika terjadi penyimpangan dari parameter yang ditetapkan.
3. Buat Prosedur Operasional Standar (SOP) yang Lengkap
Dokumentasi SOP yang detail untuk setiap aspek operasional logistik sangat penting. SOP harus mencakup:
- Prosedur penerimaan dan pemeriksaan barang;
- Protokol penyimpanan untuk berbagai jenis produk;
- Prosedur penanganan untuk produk sensitif suhu;
- Rencana darurat untuk kerusakan peralatan atau perubahan suhu;
- Panduan pengiriman dan pengemasan;
- Persyaratan dokumentasi dan pencatatan.
SOP harus ditinjau dan diperbarui secara rutin untuk memastikan sesuai dengan aturan terbaru dan praktik terbaik industri.
4. Pelatihan dan Sertifikasi Staf
Faktor manusia adalah salah satu risiko terbesar dalam rantai pasokan farmasi. Mengadakan pelatihan menyeluruh untuk semua staf yang terlibat dalam logistik sangat penting. Pelatihan harus mencakup:
- Prinsip GDP dan persyaratan kepatuhan;
- Pengetahuan produk terutama untuk produk yang butuh penanganan khusus;
- Pengoperasian dan perawatan peralatan;
- Prosedur darurat dan pemecahan masalah;
- Persyaratan dokumentasi dan pencatatan.
5. Bermitra dengan Penyedia Jasa Logistik
Pilih mitra logistik yang pernah menangani logistik farmasi, menyediakan sistem tracking, memahami aturan di negara atau kota tujuan, serta menawarkan layanan tambahan, seperti pengurusan dokumen, pengemasan, dan pendampingan di setiap tahapan logistik.
Lakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk audit fasilitas dan cek referensi sebelum memilih mitra.
Tantangan Logistik pada Bisnis Farmasi yang Perlu Diwaspadai
Meski teknologi sudah maju, logistik farmasi tetap penuh tantangan:
1. Kesulitan Mengontrol Suhu
Produk biologis, vaksin, dan obat khusus butuh suhu antara 2°C hingga -196°C. Penyimpangan kecil saja bisa merusak produk.
Menjaga suhu stabil sepanjang perjalanan dari pabrik, transit di bandara, hingga pengiriman akhir sangat sulit, apalagi di daerah dengan cuaca ekstrem.
2. Biaya Tinggi
Infrastruktur cold chain tidak murah. Kontainer berpendingin, kemasan khusus, dan staf terlatih semuanya butuh investasi besar. Untuk perusahaan kecil atau startup, biaya ini bisa jadi hambatan besar.
3. Infrastruktur yang Tidak Merata
Di negara maju, infrastruktur cold chain sudah bagus. Namun di negara berkembang atau daerah terpencil, fasilitas penyimpanan berpendingin dan transportasi andal masih terbatas. Akibatnya, pengiriman ke daerah-daerah tersebut lebih berisiko.
4. Risiko Kerusakan Produk
Penanganan kasar saat bongkar muat, kerusakan alat pendingin, atau keterlambatan tak terduga bisa menyebabkan penyimpangan suhu. Sekali terjadi, produk bisa jadi tidak aman digunakan dan harus dibuang.
5. Koordinasi Banyak Pihak
Logistik farmasi melibatkan banyak pihak: produsen, distributor, freight forwarder, maskapai, gudang, bea cukai, hingga apotek. Memastikan semua pihak berkomunikasi baik dan ikuti prosedur yang sama adalah tantangan tersendiri.


Penulis merupakan SEO Content Writer yang aktif sejak 2023 dan memiliki pengalaman menulis di berbagai platform digital. Melalui kolaborasi bersama Mitralogistics, penulis berfokus menyajikan konten informatif yang ringkas, relevan, dan mudah dipahami seputar logistik serta pengiriman barang.
#BeratBukanLagiMasalah, bersama Mitralogistics yang #BebasKeManaAja.





