Manajemen logistik merupakan proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian aliran barang dari titik asal ke titik konsumsi. Dengan manajemen logistik yang tepat, bisnis dapat memangkas biaya operasional, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan menjamin kepuasan pelanggan.
Daftar Isi
Supaya tidak mengalami kerugian atau keterlambatan dalam pengiriman barang, mari ketahui jenis manajemen logistik dalam bisnis di artikel berikut ini!
Memahami Manajemen Logistik Lebih Jauh
Manajemen logistik adalah merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pergerakan barang dari titik asal hingga titik konsumsi.
Tujuannya memastikan barang yang tepat sampai di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan biaya yang efisien.
Mengapa ini penting? Sebab, data menunjukkan bahwa biaya logistik di Indonesia masih berkisar 14,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Bagi perusahaan, inefisiensi di sektor ini bisa menggerus margin keuntungan. Karena itu, jenis manajemen logistik yang tepat akan membantu menekan angka tersebut.
Jenis-Jenis Manajemen Logistik, Sudah Tahu Sebelumnya?
1. Manajemen Suplai dan Logistik (Logistics and Supply Chain Management)
Manajemen suplai dan logistik mencakup perencanaan, koordinasi, dan pengadaan bahan atau sumber daya yang diperlukan untuk proses produksi atau operasional.
Manajemen ini memastikan bahan baku atau produk tersedia tepat waktu, di tempat yang tepat, dan dalam jumlah yang sesuai agar tidak mengganggu rantai distribusi produk dan kebutuhan pelanggan terpenuhi.
2. Distribusi dan Pergerakan Material (Distribution and Material Movement)
Meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan penyimpanan dan pemindahan produk dari satu lokasi ke lokasi lain.
Setiap pergerakan barang harus dipantau dan dikelola, mulai dari pemuatan, pembongkaran, dan pengiriman dari gudang ke berbagai tempat atau langsung ke konsumen.
3. Manajemen Produksi dan Logistik (Production Logistics and Management)
Berfokus pada pengelolaan logistik yang terintegrasi dengan tahap produksi.
Tujuannya adalah mengelola aliran bahan dan komponen di dalam dan sekitar pabrik, serta menentukan waktu terbaik untuk memproduksi suatu produk agar dapat memenuhi permintaan pelanggan setelah produk tersebut diterima dari gudang.
4. Reverse Logistics dan Pengembalian Produk
Proses mengelola produk atau material dari titik konsumsi kembali ke titik asal, biasanya untuk tujuan perbaikan, daur ulang, pembuangan, atau penjualan kembali.
Jenis manajemen logistik ini bertujuan menangani pengembalian produk dari pelanggan, misalnya karena cacat, garansi, atau penukaran, serta memastikan proses pengembalian dana, pengecekan kondisi, hingga pengelolaan kembali ke gudang.


Penulis merupakan SEO Content Writer yang aktif sejak 2023 dan memiliki pengalaman menulis di berbagai platform digital. Melalui kolaborasi bersama Mitralogistics, penulis berfokus menyajikan konten informatif yang ringkas, relevan, dan mudah dipahami seputar logistik serta pengiriman barang.
#BeratBukanLagiMasalah, bersama Mitralogistics yang #BebasKeManaAja.





