4 Macam Pilihan Armada Pengiriman Bahan Bangunan (Panduan Taktis Proyek)

4 Macam Pilihan Armada Pengiriman Bahan Bangunan (Panduan Taktis Proyek)

0
(0)

Armada pengiriman bahan bangunan sering kali jadi faktor krusial yang menentukan aman atau tidaknya material sampai di lokasi proyek. Bayangkan skenario yang sering terjadi di lapangan ini:

Granit pilihan sudah dibayar lunas. Jadwal pasang sudah dikunci. Semen perekat sudah diaduk. Tapi begitu bak truk dibuka… krak!

Bukan cuma satu, tapi beberapa dus keramik retak di bagian ujung karena tertindih beban berlebih atau guncangan jalan. Supir berdalih jalanan rusak. Toko menyalahkan ekspedisi. Anda? Anda yang menanggung konsekuensinya: Uang material hangus, jadwal mundur, dan budget cadangan terpakai.

Dalam dunia konstruksi, ini contoh nyata dari pepatah “Penny wise, pound foolish.” Berusaha hemat uang receh di ongkir (selisih Rp100-200 ribu), tapi berisiko merugikan nilai material yang jauh lebih besar.

Seringkali, pemilik proyek memaksakan volume material masuk ke armada yang tidak sesuai kapasitasnya demi menghemat biaya sewa. Kesalahan seperti ini sering terjadi karena kurang memahami cara mengirim bahan bangunan yang benar sejak tahap perencanaan logistik.Hasilnya? Risiko kerusakan material meningkat drastis di perjalanan.

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman lapangan. Kita akan membedah strategi memilih 4 jenis armada pengiriman bahan bangunan yang tepat, agar risiko logistik bisa ditekan seminimal mungkin dan proyek Anda tetap berjalan sesuai rencana.

Jenis Armada berdasarkan Material & Volume

armada pengiriman bahan bangunan

Satu prinsip dasar logistik material:

Armada harus mengikuti karakter material, bukan sebaliknya. Dalam praktik pengiriman material bahan bangunan, setiap jenis material memiliki kebutuhan armada dan metode handling yang berbeda. Prinsip ini menjadi dasar utama dalam menentukan armada pengiriman bahan bangunan agar sesuai dengan volume, dimensi, dan tingkat kerawanan material.

Setiap truk punya spesifikasi beban dan dimensi bak yang berbeda. Berikut panduannya:

1. Pick Up & Engkel Bak – Si Lincah untuk Area Sempit

Armada ini vital untuk distribusi jarak dekat atau lokasi dengan akses terbatas.

  • Cocok untuk: Material volume kecil–menengah, renovasi rumah dalam gang, atau suplai material finishing (cat, keramik, sanitair).
  • Kapasitas: Terbatas. Ideal untuk ritase cepat.

Di area padat seperti Jakarta atau Medan, truk engkel bak sering menjadi solusi karena dimensinya yang masih toleran terhadap jalan lingkungan.

  • Realitas Lapangan: Sering terjadi pemaksaan muatan (overload).
  • Risiko: Jika suspensi kendaraan sudah “duduk” karena keberatan muatan, guncangan jalan akan langsung dihantamkan ke material. Keramik atau granit di tumpukan terbawah paling berisiko pecah.
  • Saran: Gunakan armada ini sesuai kapasitas tonasenya (biasanya 1-2 ton untuk Pick Up, 2-3 ton untuk Engkel). Jangan dipaksa lebih.

2. Truk Colt Diesel (CDE & CDD) – Tulang Punggung Proyek

Ini armada paling umum di proyek konstruksi. Pahami perbedaannya agar efisien:

  • CDE (Engkel/4 Roda): Lebih ramping, akses lebih fleksibel ke jalan perumahan.
  • CDD (Double/6 Roda): Muatan lebih besar, lebih stabil, tapi butuh jalan raya yang lebar (Kelas Jalan III ke atas).
  • Cocok untuk: Bata ringan (Hebel), semen sak (jumlah banyak), pasir, besi rakitan.

Perhatian Khusus Hebel:

Hebel memiliki massa jenis ringan tapi memakan volume (kubikasi). Kesalahan umum adalah menyewa truk berdasarkan tonase, bukan volume bak. Akibatnya, hebel sering ditumpuk melebihi tinggi bak demi “sekali jalan”.

Risiko: Hebel yang tidak terikat dengan baik atau ditumpuk terlalu tinggi berpotensi remuk karena gesekan dan tekanan angin saat truk melaju kencang.

3. Truk Bak Terbuka & Trailer (Long Bed) – Spesialis Besi Baja

Untuk material panjang seperti besi beton (12 meter), baja WF, atau pipa besar, penggunaan truk standar seringkali berisiko.

  • Solusi: Truk Trailer atau Long Bed.

Besi terlihat kuat, tapi memiliki titik lemah pada kelenturan.

  • Jika diangkut dengan truk yang baknya lebih pendek dari material (menggantung), besi akan mengalami bending (melengkung) permanen akibat gravitasi dan guncangan.
  • Besi yang sudah melengkung akan sulit diluruskan kembali secara sempurna, mengurangi presisi konstruksi.

Saran: Pastikan armada memiliki fitur pengaman samping (side guard) dan kru paham teknik lashing (pengikatan) yang benar agar muatan tidak bergeser.

4. Truk Crane – Solusi Bongkar Muat Aman

Untuk material berat yang harus naik ke lantai 2, atau lokasi tanpa forklift, mengandalkan tenaga manusia sepenuhnya memiliki risiko human error (kelelahan/tergelincir).

Solusi: Rental Truk Crane (Hiab Truck).

  • Ideal untuk: Granit slab ukuran besar, genset, panel beton, atau kaca.

Meski biaya sewanya lebih tinggi per jam/shift, armada ini menawarkan keamanan proses bongkar muat yang jauh lebih terkontrol dibandingkan tenaga manual.

(Tabel Ringkasan: Matriks Armada Pengiriman Bahan Bangunan vs Material)

Jenis ArmadaMaterial IdealRisiko Utama Jika Salah Pilih
Pick UpPasir Ecer, Semen (<20 sak)Overload (Barang Rusak/Pecah)
Engkel (CDE)Keramik, Bata MerahVolume Terbatas
Double (CDD)Hebel (Volume Besar)Akses Jalan Sempit (Tidak Masuk)
Long BedBesi Beton, Baja WFBesi Melengkung (Bending)
Truk CraneGranit Slab, GensetBiaya Sewa Lebih Tinggi

Layanan Tambahan yang Ditawarkan

Armada yang sehat hanyalah satu bagian dari solusi. Prosedur pendukunglah yang menjaga keamanan barang secara menyeluruh.

1. Packing & Standar Keamanan

Bahan bangunan rapuh butuh perlakuan khusus.

  • Penggunaan pallet kayu yang layak dan strapping yang kencang sangat krusial untuk mencegah barang beradu satu sama lain di dalam bak truk.
  • Truk sebagus apapun tidak bisa menjamin barang utuh jika packing-nya asal-asalan.

2. Asuransi Pengiriman Material

Kita tidak bisa memprediksi kondisi jalan atau force majeure.

  • Asuransi pengiriman material bukan untuk menjamin barang “pasti aman” (karena kecelakaan bisa terjadi), tapi untuk menjamin keamanan finansial Anda jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
  • Prosedur klaim yang jelas jauh lebih menenangkan daripada berdebat siapa yang salah saat barang rusak.

3. Jasa Angkut Tambahan

Di lapangan, koordinasi pembuangan puing sering jadi masalah. Layanan logistik yang terintegrasi biasanya menawarkan jasa angkut puing balikan agar lokasi proyek tetap rapi dan safe.

4. Manajemen Akses & Izin Lokasi

Truk besar sering terkendala aturan jam operasional atau portal perumahan cluster. Mitra logistik yang berpengalaman biasanya akan membantu mengecek regulasi setempat sebelum mengirim armada, menghindari truk diputar balik (retur) yang membuang waktu dan biaya.

Estimasi Biaya Sewa Armada

Tidak ada harga “pukul rata” yang akurat untuk armada pengiriman bahan bangunan karena variabel logistik sangat dinamis.

1. Per Ton vs Per Rit

  • Material Padat (Pasir/Batu): Efektif dihitung per kubik/ton.
  • Material Ringan/Volume (Hebel/Pipa): Lebih aman dihitung per rit (sewa satu truk penuh) untuk menghindari campur muatan yang berisiko.

2. Faktor Penentu Harga

Biaya armada pengiriman bahan bangunan dipengaruhi jarak tempuh, kondisi akses (jalan tanah vs aspal), dan tingkat kesulitan bongkar muat (butuh crane/manual).

3. Gambaran Umum

Biaya sewa truk biasanya berbanding lurus dengan kapasitas dan risiko. Pick up adalah yang termurah, sementara Truk Crane memiliki rate tertinggi karena menyangkut sewa alat berat. Namun, “murah” di awal belum tentu hemat di akhir jika risiko kerusakannya tinggi Karena itu, menggunakan jasa pengiriman material bangunan di Medan yang berpengalaman menangani proyek konstruksi menjadi pilihan yang lebih aman secara jangka panjang..

Lebih Murah Pengiriman Sendiri atau Layanan Logistik?

Banyak yang berpikir: “Sewa truk lepas kunci sendiri saja, lebih hemat.” Bisa jadi benar untuk skala kecil dan jarak dekat. Namun, risiko operasional sepenuhnya ada di tangan Anda.

Potensi “Biaya Tersembunyi” Kelola Sendiri:

  • Salah estimasi kapasitas: Ternyata barang tidak muat, harus sewa truk tambahan dadakan (biaya dobel).
  • Kerusakan material: Karena supir cabutan tidak paham karakteristik barang bangunan (cara ikat besi, cara tumpuk keramik).
  • Kendala Jalan: Biaya pungli atau ban pecah di jalan yang menghambat jadwal.

Menggunakan layanan logistik profesional mungkin terlihat ada biaya jasa di depan, namun itu adalah biaya untuk memindahkan risiko operasional dari pundak Anda ke penyedia jasa.

Kirimkan Bahan Bangunanmu dengan Mitralogistics!

armada pengiriman bahan bangunan

Mengelola armada pengiriman bahan bangunan dalam proyek membutuhkan atensi detail yang tinggi. Di Mitralogistics, kami memposisikan diri sebagai mitra diskusi Anda. Kami tidak menjanjikan bahwa kendala lapangan akan hilang 100% (karena faktor jalan dan cuaca di luar kendali), namun kami berkomitmen untuk:

  1. Merekomendasikan armada yang paling sesuai dengan jenis material Anda (bukan asal kasih truk).
  2. Menerapkan standar handling dan lashing yang aman.
  3. Memberikan opsi proteksi (asuransi) untuk ketenangan pikiran.

Tujuannya sederhana: Agar Anda bisa fokus pada progres pembangunan, sementara urusan pergerakan material biar sistem kami yang menangani.

Material adalah aset proyek. Salah memilih armada pengiriman bahan bangunan bisa berarti kerugian waktu, biaya, dan kualitas sekaligus.

Butuh bantuan memilih armada yang paling aman untuk material proyek Anda?

Tim Customer Service Mitralogistics siap membantu analisis jenis material, volume, akses lokasi, hingga rekomendasi armada yang paling tepat.

Kadang, satu keputusan armada yang tepat di awal bisa bikin banyak masalah nggak pernah muncul sama sekali. Daripada coba-coba sendiri terus sakit kepala, mending serahkan pada ahlinya, kan?.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

Made with in Indonesia

Mitralogistics is registered Trademark of PT Naira Mitralogistik Indonesia

Copyright 2024 Mitralogistics