Pernah nggak sih kamu merasa was-was saat harus mengirim tandon air berukuran besar ke lokasi proyek yang jauh? Itulah kenapa tips mengemas tandon air jadi hal penting yang sering disepelekan.
Daftar Isi
Membeli tandon air, apalagi untuk kebutuhan proyek PLTA atau industri, adalah investasi yang tidak murah. Sayangnya, meskipun terlihat kokoh, tandon air sangat rentan terhadap benturan tajam atau tekanan berlebih saat pengiriman jika tidak dikemas dengan benar.
Tantangan terbesar saat mengirim tandon air adalah ukurannya yang bongsor tapi isinya kosong (hanya udara). Hal ini membuat tandon air sering dianggap beban “ringan” oleh petugas lapangan, padahal secara volume, dia memakan ruang yang sangat besar. Risiko lecet karena gesekan antar tandon atau benturan dengan dinding truk sering kali dianggap remeh. Padahal, gesekan sekecil apa pun bisa mengurangi estetika dan dalam jangka panjang bisa melemahkan struktur plastik tandon tersebut.
Coba bayangkan skenario buruk ini: Proyek PLTA kamu sudah dikejar deadline, dan tandon air kapasitas 5.000 liter baru saja sampai setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Namun, saat diturunkan, kamu menemukan lubang kecil di bagian bawah atau katup (outlet) yang patah karena tertindih barang lain. Kamu nggak bisa langsung memakainya, harus klaim garansi atau beli baru yang memakan waktu lagi. Proyek terhambat, biaya membengkak, dan tim di lapangan jadi nganggur. Kesalahan kecil di pengemasan bisa jadi mimpi buruk logistik yang nyata.
Nah, supaya kamu bisa tidur nyenyak dan memastikan tandon air sampai dengan mulus, kuncinya ada pada teknik packing yang tepat. Mengemas tandon air bukan cuma soal membungkusnya dengan plastik, tapi soal memahami titik-titik lemah dari barang tersebut. Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas beberapa tips mengemas tandon air yang efektif agar barang tetap aman selama dalam perjalanan darat maupun laut.
Pentingnya Mengemas Tandon Air dengan Seksama

Mungkin kamu bertanya-tanya, “Kan tandon air cuma plastik tebal, kenapa harus repot dikemas?” Begini penjelasannya. Di dalam truk kargo, barang-barang tidak diam saja. Guncangan akibat jalan berlubang atau rem mendadak bisa membuat tandon bergeser. Gesekan konstan antara permukaan tandon dengan lantai truk atau dengan barang kargo lainnya bisa menyebabkan panas dan luka gesek yang dalam.
Selain itu, tandon air sering dikirim bersamaan dengan alat proyek lainnya. Tanpa pengemasan yang baik, tandon air bisa “terserang” oleh benda-benda tajam atau berat di sekitarnya. Oleh karena itu, menerapkan tips mengemas tandon air yang benar adalah investasi keamanan yang wajib kamu lakukan sejak dari gudang asal.
Langkah-Langkah Mengemas Tandon Air yang Baik dan Benar
Mari kita masuk ke teknisnya. Kalau kamu ingin melakukan pengemasan sendiri, pastikan kamu mengikuti urutan langkah di bawah ini:
- Bersihkan dan Keringkan Tandon: Sebelum dibungkus, pastikan bagian luar tandon bersih dari kerikil atau debu kasar. Debu yang terjebak di antara tandon dan plastik pembungkus justru bisa bertindak seperti amplas saat terjadi guncangan selama perjalanan.
- Proteksi Bagian Katup (Outlet/Inlet): Ini adalah bagian paling rawan patah. Bungkus bagian lubang drat atau katup dengan bubble wrap tebal dan lapisi dengan kardus kecil. Ini salah satu tips mengemas tandon air yang paling krusial tapi sering dilupakan.
- Gunakan Plastik Wrapping (Stretch Film): Lapisi seluruh permukaan tandon dengan plastik wrapping. Tujuannya agar tandon terlindungi dari debu, air hujan, dan gesekan ringan. Pastikan tarikannya kencang agar tidak ada ruang udara yang membuat plastik mudah robek.
- Berikan Bantalan pada Bagian Bawah: Alas tandon adalah bagian yang menanggung beban paling besar. Berikan bantalan berupa potongan kardus tebal atau lembaran busa di bagian dasar sebelum tandon dinaikkan ke atas truk.
- Teknik Penumpukan (Nesting): Jika kamu mengirim tandon dalam jumlah banyak dengan ukuran yang berbeda-beda, kamu bisa memasukkan tandon kecil ke dalam tandon besar. Namun, pastikan kamu memberi lapisan kain atau busa di antara keduanya agar tidak saling mengunci atau tergores. Jangan lupa cek juga cara kirim tandon air yang efisien untuk jumlah banyak.
Jenis Kemasan untuk Pengiriman Tandon Air

Tingkat pengemasan biasanya bergantung pada jarak tempuh dan moda transportasi yang digunakan. Berikut beberapa opsi kemasan yang bisa kamu pertimbangkan:
- Plastik Wrapping Sederhana: Cocok untuk pengiriman jarak pendek (dalam kota) menggunakan armada pick-up terbuka. Fokusnya hanya melindungi dari debu dan lecet ringan.
- Bubble Wrap Berlapis: Sangat disarankan untuk pengiriman antar kota. Bantalan udara pada bubble wrap bisa membantu meredam getaran frekuensi tinggi yang terjadi terus-menerus di jalan raya.
- Packing Kayu (Crating): Ini adalah perlindungan level maksimal. Jika tandon kamu harganya mahal atau merupakan tandon khusus industri yang sensitif, gunakan rangka kayu. Cara ini mirip dengan cara mengirim IPAL yang membutuhkan perlindungan struktural agar tangki tidak tertekan beban dari samping.
Memilih jenis kemasan yang tepat bukan hanya soal biaya, tapi soal memitigasi risiko. Jika kamu masih bingung menentukan mana yang paling pas, konsultasikan dengan jasa kirim tandon air profesional agar mereka bisa memberikan rekomendasi sesuai jenis tandon dan rute pengirimannya.
Melakukan tips mengemas tandon air secara mandiri memang butuh ketelitian, tapi dampaknya sangat besar bagi kelancaran proyekmu. Ingat, mencegah kerusakan di awal jauh lebih murah daripada menanggung biaya retur atau pembelian barang baru. Pastikan setiap sudut tandon terlindungi dengan baik sebelum ia meninggalkan gudang.
Kalau kamu nggak mau pusing soal urusan packing dan pengiriman, serahkan saja semuanya pada Mitralogistics. Kami punya tim yang sudah ahli menerapkan berbagai tips mengemas tandon air standar kargo internasional untuk memastikan barangmu sampai tanpa cacat sedikit pun. Yuk, hubungi CS Mitralogistics sekarang juga untuk mendapatkan penawaran harga terbaik dan jadwal pengiriman tercepat. Bareng Mitralogistics, kirim tandon air jadi lebih tenang dan aman!
Penulis merupakan SEO Content Writer yang berkolaborasi dengan Mitralogistics. Penulis memiliki fokus dalam mengedukasi pembaca dalam kegiatan pengiriman dan kelogistikan B2B maupun B2C.
#BeratBukanLagiMasalah, bersama Mitralogistics yang #BebasKeManaAja.





