3 KPI Utama Logistik Barang Berat

3 KPI Utama Logistik Barang Berat

Untuk mencapai hasil bisnis yang terukur, perlu adanya indikator kerja atau yang lebih akrab disebut key performance indicator (KPI). Hal ini juga berlaku untuk jenis barang berat yang menuntut presisi tinggi dalam setiap penanganannya, sehingga Anda bisa mengantisipasi risiko dan inefisiensi sistem yang kemungkinan besar akan muncul.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pentingnya menyusun KPI logistik barang berat yang terperinci serta contoh KPI yang sering digunakan oleh perusahaan yang menjual produk berat. Simak selengkapnya sampai tuntas!

KPI Khusus untuk Logistik Barang Berat

Dalam logistik barang berat, aspek distribusi, penyimpanan barang, serta kepatuhan jadi sistem utama yang wajib dievaluasi secara berkala. Karena itu, daftar KPI di bawah juga akan membedah 3 aspek utama tersebut.

1. KPI Transportasi dan Pengiriman

Salah satu hambatan pengelolaan logistik barang berat yang paling kentara adalah sistem distribusi karena memindahkan barang dengan bobot dan dimensi besar tidaklah mudah. Untuk proses yang lebih optimal, perhatikan 4 KPI berikut ini.

On-Time Delivery (OTD)

OTD jadi salah satu parameter penting dalam pengiriman, tak terkecuali barang berat. Dalam konteks bisnis konstruksi, manufaktur, atau pertambangan, keterlambatan sangat berpengaruh terhadap operasional. Untuk mencegah hal tersebut, tentukan persentase pengiriman yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak tercapai, evaluasi apa yang menjadi kendala pengiriman selama ini.

Utilisasi Kapasitas

kpi logistik barang berat ilustrasi muatan truk
Contoh muatan truk yang kurang efisien. (Sumber: Freepik)

Selain soal durasi, proses pengiriman juga memerlukan efisiensi, salah satunya dengan memanfaatkan semua kapasitas kontainer agar minim ruang kosong. Anda bisa ukur seberapa optimal penggunaan kapasitas serta daya angkut masing-masing armada, tanpa mengorbankan frekuensi pengiriman yang kurang efektif.

Biaya Transportasi per Ton

Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, menentukan biaya yang dihabiskan untuk beban barang tertentu sangatlah dibutuhkan. Anda bisa mengukur biaya yang dikeluarkan setiap satu ton dan mengevaluasi apakah margin keuntungan masih menguntungkan atau tidak. Angka KPI ini bisa jadi patokan Anda untuk menentukan alokasi dana yang pas untuk transportasi.

Tingkat Kerusakan Barang

Mengingat barang berat membutuhkan penanganan dengan perhitungan yang akurat, Anda juga perlu mengukur berapa kali perhitungan yang sudah dilakukan berakhir dengan barang jadi lecet atau rusak. Dikarenakan nilai barang yang tinggi, sebisa mungkin angka KPI yang ditargetkan mendekati nol untuk meminimalkan kerugian finansial.

2. KPI Gudang dan Pemuatan

Cara menyimpan dan memuat barang berat juga penting untuk dievaluasi. Semakin efisien proses yang dilakukan, semakin cepat pula siklus logistik yang dilakukan, sehingga tenaga dan biaya bisa lebih hemat. Berikut 3 KPI yang perlu diperhatikan.

Throughput per Jam

Efisiensi proses penanganan barang bisa dimulai dari jumlah volume barang yang diterima, disimpan, atau dikeluarkan selama periode tertentu, alias angka throughput. Untuk mempermudah, tentukan angka throughput per jamnya dan bandingkan tenaga serta biaya yang dikeluarkan selama satu jam terhadap angka tersebut.

Waktu Pemuatan/Pembongkaran

Durasi pemuatan maupun pembongkaran juga wajib dievaluasi karena proses yang terlalu lama bisa menimbulkan antrean armada. Bahkan, bagi bisnis yang belum memiliki armada logistik yang memadai, waktu ini juga berpengaruh terhadap besaran biaya yang harus dibayar untuk biaya sewa kendaraan maupun biaya jasa secara keseluruhan.

Akurasi Inventaris

Salah satu strategi pengelolaan logistik barang berat yang baik adalah memanfaatkan teknologi terkini untuk manajemen gudang. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi akurat untuk memantau perputaran produk maupun melihat kesesuaian angka stok digital dengan fisik barang di gudang. Selain itu, Anda tentunya bisa mengevaluasi hambatan yang dialami secara real-time.

3. KPI Keselamatan & Kepatuhan

Risiko penanganan barang dengan beban berat tentunya lebih tinggi. Karena itulah, penentuan KPI untuk standar keselamatan dan kepatuhan juga tak kalah penting untuk mencegah nyawa melayang. Berikut 2 KPI utama yang wajib ada.

Tingkat Kecelakaan

kpi logistik barang berat ilustrasi truk mogok
Ilustrasi truk mogok akibat pemeliharaan yang tidak rutin, membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. (Sumber: Freepik)

Penanganan barang berat sering kali mendatangkan risiko kecelakaan yang tinggi. Agar terhindar dari risiko tersebut, segera targetkan perbaikan, pelatihan tenaga kerja, hingga penerapan standar keselamatan yang memadai untuk mencapai zero accident rate.

Kepatuhan Regulasi

Pengiriman barang berat memiliki izin khusus yang lebih kompleks mengingat risiko yang dihadapi di jalan lebih tinggi dibandingkan dengan pengiriman biasa. Untuk itu, Anda perlu siapkan dokumen-dokumen berikut agar armada pengiriman tidak dihentikan pihak berwenang saat di jalan:

  • Surat Jalan
  • Packing List, terdiri dari nama pengirim, jenis dan jumlah barang, berat kotor, berat bersih, dimensi, nomor kemasan, dan dokumen referensi seperti faktur pembelian.
  • Izin Angkut Barang Khusus dari kepolisian atau Dinas Perhubungan
  • Surat Izin Operasional kendaraan pengangkut
  • Asuransi Pengiriman

Pentingnya KPI untuk Keberlangsungan Logistik Barang Berat

Menentukan KPI bukan hanya sebagai pemenuhan terhadap angka-angka tertentu, tetapi juga sebagai patokan data untuk evaluasi bisnis secara berkelanjutan. Selain itu, adanya KPI bisa membantu perusahaan dalam mencapai 3 hal berikut.

1. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Ketika KPI sudah ditetapkan, setiap karyawan dapat memperkirakan standar performa yang diharapkan. Hal ini dapat mendorong tim untuk bekerja lebih efektif untuk mencapai target. Beda halnya dengan tidak adanya KPI; orang akan bingung menentukan standar kinerjanya karena tidak ada target yang harus dicapai, menjadikan produktivitas menurun.

2. Meminimalkan Biaya Overhead

Hasil kinerja yang didasarkan pada KPI yang jelas adalah modal penting untuk mengevaluasi pengeluaran perusahaan terhadap setiap sistem operasional. Misalnya, dalam bagian distribusi, hasil akhir dari KPI Biaya Transportasi per Ton bisa dijadikan bahan evaluasi apakah alokasi dana yang dikeluarkan sudah efektif atau malah terlalu boros.

3. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Beberapa KPI yang disusun juga membantu Anda dalam meningkatkan layanan bagi pelanggan, misalnya untuk OTD dan tingkat kerusakan barang. Dengan mengevaluasi kedua metrik tersebut, Anda bisa mengoptimalkan durasi pengiriman agar tidak terjadi keterlambatan lagi, serta mengurangi risiko kerusakan barang.

Dalam jangka panjang, hal ini tak hanya memuaskan pelanggan tetapi juga mengurangi biaya tambahan untuk mengatasi performa OTD dan tingkat kerusakan barang yang buruk.

Kenapa Harus Mengandalkan Vendor Logistik untuk Kesehatan Operasional Bisnis Barang Berat Anda

Mengelola logistik barang berat nyatanya tidak semudah teoril; Anda membutuhkan SDM dan teknologi yang mumpuni untuk penanganan yang lincah dan minim risiko. Terlebih, mencapai KPI logistik akan lebih sulit ketika Anda tidak memiliki sistem dan armada logistik yang memadai.

Memanfaatkan kerja sama dengan vendor logistik yang berpengalaman menangani pengiriman barang berat bisa jadi solusi bijak untuk kemajuan bisnis Anda. Seperti Mitralogistics yang sudah mengirimkan berbagai jenis barang berat ke seluruh wilayah Indonesia selama lebih dari 10 tahun.

Anda bisa andalkan Mitralogistics untuk layanan pengiriman mulai dari Door to Door, Door to Port, Port to Port, hingga Port to Door. Tim kami juga siap menjemput barang ke lokasi perusahaan secara GRATIS. Pengiriman dari Mitralogistics juga sudah termasuk asuransi, layanan yang penting untuk menjamin keamanan barang dan kerugian finansial perusahaan.

Tunggu apalagi? Konsultasikan kebutuhan pengiriman barang berat Anda sekarang juga bersama Mitralogistics!

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ)

KPI dalam logistik berfungsi sebagai capaian kerja yang hasilnya dapat dijadikan patokan evaluasi operasional ke depannya. Jika Anda tidak memiliki KPI yang jelas, performa bisnis tidak dapat diukur dan Anda tidak dapat mengevaluasi sistem mana yang perlu diperbaiki atau dipangkas anggaran biayanya. Akhirnya, Anda tidak tahu bahwa pengeluaran akhir bulan disebabkan oleh proses bongkar muat yang tidak efisien, misalnya.

Tidak. Menentukan KPI yang jelas wajib dilakukan oleh setiap perusahaan tanpa memandang skala bisnisnya. Justru, penentuan KPI akan sangat bermanfaat bagi bisnis yang baru merintis sebagai patokan data untuk terus bertumbuh.

Anda bisa lakukan optimalisasi rute atau menyusun rute yang lebih pendek, menghindari kemacetan, dan meminimalkan rintangan agar armada berjalan tanpa hambatan. Anda juga perlu memaksimalkan kapasitas muatan sehingga armada tidak perlu melakukan pengiriman berulang yang tidak efisien. Terakhir, lakukan perawatan kendaraan secara rutin agar risiko armada rusak di jalan semakin minim.