Pengiriman bahan bangunan sering dianggap sekadar urusan “angkut dari titik A ke titik B”. Nyatanya, di lapangan, banyak proyek justru tersendat bukan karena harga material atau kurangnya tenaga kerja, tapi karena kesalahan dalam pengiriman bahan bangunan itu sendiri.
Daftar Isi
Kasusnya beragam. Ada material yang rusak saat tiba, proses bongkar yang molor, sampai armada yang ternyata tidak sesuai kapasitas. Hal-hal seperti ini sering terjadi bukan karena faktor kebetulan, melainkan akibat perencanaan logistik yang kurang dipikirkan sejak awal.
Di titik inilah peran jasa ekspedisi profesional seperti Mitralogistics jadi krusial. Bukan sekadar mengantar barang dari gudang ke lokasi proyek, tapi memastikan material benar-benar sampai dalam kondisi aman, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Lewat artikel ini, kita akan membahas kesalahan yang paling sering terjadi dalam pengiriman bahan bangunan, apa penyebab utamanya, dampaknya terhadap jalannya proyek, serta langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya sejak awal.
Jenis Kesalahan dalam Pengiriman Bahan Bangunan
Berikut beberapa bentuk kesalahan dalam pengiriman bahan bangunan yang paling sering ditemukan di lapangan dan kerap dianggap sepele.
1. Salah memilih jenis armada
Material berat seperti besi, semen, atau keramik sering dipaksakan masuk ke armada yang kapasitasnya tidak sesuai. Akibatnya, muatan berlebih, risiko kerusakan meningkat, dan umur kendaraan menurun.
2. Packing material tidak sesuai karakter barang
Keramik, granit, dan kaca membutuhkan sistem packing khusus. Tanpa palet, pengikat, atau pelindung yang tepat, kerusakan sering baru disadari saat bongkar di lokasi proyek.
3. Tidak memperhitungkan akses jalan proyek (last mile)
Banyak proyek berada di area sempit atau jalan rusak. Truk besar yang sudah terlanjur berangkat akhirnya tidak bisa masuk lokasi.
4. Jadwal pengiriman tidak sinkron dengan aktivitas proyek
Material datang terlalu cepat → menumpuk dan berisiko rusak.
Datang terlambat → pekerjaan tertunda dan biaya tenaga kerja membengkak.
5. Tidak ada asuransi pengiriman
Kerusakan kecil bisa berujung kerugian besar jika tidak dilindungi asuransi, terutama untuk pengiriman antar kota atau antar pulau.
6. Tidak memahami SOP bongkar muat
Kesalahan urutan bongkar (LIFO vs FIFO) sering membuat material tertindih dan memicu kerja ulang di lapangan.
Penyebab Utama Kesalahan Pengiriman

Kesalahan-kesalahan di atas umumnya bukan terjadi karena satu faktor saja, melainkan kombinasi dari beberapa hal berikut:
- Kurangnya pemahaman cara mengirim bahan bangunan yang benar
Banyak pemilik proyek fokus ke harga ongkir tanpa memahami risiko logistiknya. - Menggunakan jasa ekspedisi non-spesialis material proyek
Tidak semua ekspedisi memahami karakter material bangunan. - Minimnya komunikasi antara pengirim, ekspedisi, dan penerima
Informasi akses jalan, jam bongkar, hingga alat bantu sering tidak disampaikan sejak awal. - Tidak ada perencanaan logistik sejak tahap awal proyek
Logistik dianggap urusan belakangan, padahal seharusnya dirancang sejak awal.
Dampak Negatif terhadap Proyek
Kesalahan dalam pengiriman bahan bangunan tidak berhenti di satu titik. Dampaknya bisa berantai:
- Kerusakan material → biaya penggantian membengkak
- Keterlambatan proyek → jadwal molor dan kepercayaan klien menurun
- Biaya tambahan tak terduga → sewa ulang armada, bongkar ulang, hingga tenaga kerja idle
- Stres operasional → tim proyek sibuk mengatasi masalah logistik, bukan fokus ke pekerjaan inti
Dalam banyak kasus, selisih ongkir yang “dihemat” justru jauh lebih kecil dibanding kerugian yang muncul akibat kesalahan pengiriman.
Cara Mengantisipasi Kesalahan di Masa Depan
Agar kesalahan serupa tidak terulang, berikut langkah antisipasi yang bisa diterapkan:
1. Tentukan jenis armada sesuai material & volume
Setiap material memiliki kebutuhan armada berbeda. Pelajari panduan pemilihan armada pengiriman bahan bangunan agar kapasitas dan keamanan terjamin.
2. Pastikan sistem packing dilakukan di gudang dengan standar jelas
Packing yang baik bukan biaya tambahan, tetapi perlindungan nilai material.
3. Lakukan survey akses jalan sebelum pengiriman
Informasi ini menentukan jenis armada dan strategi bongkar muat.
4. Gunakan asuransi pengiriman
Terutama untuk material bernilai tinggi atau rute jarak jauh.
5. Gunakan jasa ekspedisi yang paham SOP material bangunan
Ekspedisi yang berpengalaman akan membantu sejak perencanaan, bukan hanya saat barang diangkut.
Untuk pemahaman lebih detail, kamu juga bisa membaca panduan lengkap tentang cara mengirim bahan bangunan dengan aman dan efisien di blog Mitralogistics.
Kirimkan Bahan Bangunanmu dengan Mitralogistics!

Mitralogistics hadir sebagai mitra logistik proyek yang memahami bahwa pengiriman bahan bangunan bukan sekadar angkut barang, termasuk untuk kebutuhan jasa pengiriman material bangunan di Medan dan sekitarnya.
Dengan dukungan:
- Armada lengkap dan sesuai karakter material
- Sistem packing dan SOP bongkar muat terstandar
- Asuransi pengiriman
- Tim berpengalaman di pengiriman material bangunan, termasuk wilayah Medan dan sekitarnya
Mitralogistics membantu meminimalkan risiko logistik sejak awal.
Setiap proyek punya kondisi yang beda. Karena itu, sebelum kirim material, lebih aman kalau kamu diskusi dulu dengan tim Customer Service Mitralogistics. Dari situ, solusi pengirimannya bisa disesuaikan supaya material sampai dengan aman dan pekerjaan tidak terganggu.





