Nikmati kemudahan kirim barang mulai 100 kg, pindahan rumah dan kantor, hingga kirim mobil antarprovinsi dan antarpulau bersama Mitra Logistics.
Minta Penawaran →
Cara Packing Barang Pecah Belah agar Aman Saat Dikirim (Panduan Lengkap)

Cara Packing Barang Pecah Belah agar Aman Saat Dikirim (Panduan Lengkap)

0
(0)

Barang pecah belah seperti kaca, keramik, dan elektronik membutuhkan cara packing yang lebih hati-hati. Kesalahan saat membungkus bisa membuat barang retak atau bahkan pecah selama perjalanan.

Panduan ini membahas cara packing barang pecah belah dan cara bungkus barang mudah pecah, mulai dari bahan yang diperlukan, langkah packing yang tepat, hingga cara memberi label fragile agar barang tetap aman selama pengiriman. 

Apa itu Barang Pecah Belah dan Kenapa Butuh Packing Khusus?

Barang pecah belah adalah barang yang mudah retak, pecah, atau rusak akibat benturan, tekanan, dan getaran selama pengiriman. Contohnya adalah kaca, keramik, porselen, dan beberapa jenis perangkat elektronik yang lebih rentan.

Packing khusus diperlukan karena pengiriman antar pulau melewati beberapa tahap, mulai dari pengangkutan darat, bongkar muat di pelabuhan atau gudang, hingga penyusunan bersama barang lain.

Bahan yang Dibutuhkan untuk Packing Barang Pecah Belah

Sebelum mulai packing, siapkan bahan packing barang pecah belah, seperti: 

  • Bubble wrap untuk melapisi permukaan barang dan meredam benturan.
  • Kardus double wall yang memiliki dua lapisan karton sehingga lebih kuat menahan tekanan.
  • Packing peanut/foam untuk mengisi ruang kosong di dalam kardus.
  • Kertas koran atau kertas khusus packing sebagai lapisan tambahan.
  • Selotip berkualitas untuk merekatkan kardus dan memastikan tidak mudah terbuka.
  • Stiker fragile dan tanda this side up untuk pelabelan.

Cara Packing Barang Pecah Belah Langkah demi Langkah

Barang Paket Rusak

Berikut beberapa tips packing barang fragile yang bisa diterapkan agar barang lebih aman selama perjalanan:

1. Melapisi Barang dengan Bubble Wrap dan Kertas

Lapisi seluruh permukaan barang dengan bubble wrap, terutama bagian sudut dan sisi yang paling rentan. Untuk kaca atau keramik, tambahkan lapisan kertas terlebih dahulu agar permukaannya tidak mudah tergores. Bagian yang menonjol atau mudah patah, seperti pegangan dan ujung barang, sebaiknya diberi bubble wrap lebih tebal.

2. Mengisi Ruang Kosong agar Barang Tidak Bergeser

Isi ruang kosong di dalam kardus dengan packing peanut, foam, atau kertas agar barang tidak bergeser selama perjalanan. Barang yang bergerak di dalam kardus tetap bisa terbentur walaupun sudah dilapisi bubble wrap. Tambahkan bahan pengisi hingga barang terasa stabil saat kardus digoyangkan perlahan.

3. Menyusun di Dalam Kardus Double Wall

Gunakan kardus double wall karena memiliki dua lapisan karton sehingga lebih kuat menahan tekanan dibandingkan kardus single wall. Letakkan barang yang sudah dilapisi bubble wrap dan packing peanut di tengah kardus.

Tambahkan pelindung pada bagian atas dan bawah kardus sebelum ditutup. Setelah itu, rekatkan kardus dengan selotip hingga rapat dan kuat.

Cara Packing untuk Jenis Barang Pecah Belah Tertentu

Setiap jenis barang pecah belah memiliki karakteristik berbeda sehingga teknik dan jenis packing-nya pun perlu disesuaikan.

1. Kaca dan Cermin

Kaca dan cermin sebaiknya dibungkus dengan bubble wrap tebal di seluruh permukaan, terutama bagian tepi yang mudah retak. Letakkan kaca secara tegak di dalam kardus, bukan mendatar, agar tekanan pada permukaan lebih kecil.

Jika mengemas beberapa lembar kaca, beri lapisan karton di antaranya untuk mencegah gesekan dan benturan antarpermukaan.

2. Keramik dan Porselen

Keramik dan porselen harus dibungkus dengan bubble wrap di setiap sisi, termasuk bagian dalam untuk barang, seperti mangkuk atau vas. Bagian yang tipis dan mudah patah, seperti pegangan cangkir atau leher vas, sebaiknya diberi lapisan tambahan.

Hindari menumpuk barang keramik secara langsung. Berikan pelindung di antara setiap barang untuk mengurangi risiko gesekan dan benturan.

3. Elektronik Sensitif

Elektronik seperti televisi, monitor, dan perangkat audio sebaiknya menggunakan kardus dan busa bawaan pabrik kalau masih ada. Sebab, kemasan tersebut dirancang sesuai bentuk perangkat dan melindungi bagian yang rentan.

Jika kemasan asli sudah tidak ada, gunakan bubble wrap dan foam, terutama pada bagian layar dan komponen yang mudah tergores.

Pelabelan Fragile dan Kenapa Ini Penting

STIKER FRAGILE

Label fragile memberi tanda kepada petugas ekspedisi agar barang ditangani lebih hati-hati. Gunakan stiker fragile dan this side up untuk mencegah barang ditumpuk atau dibalik sembarangan.

Anda juga bisa mencantumkan jenis barang di dalam kardus agar petugas mengetahui cara penanganan yang tepat. Label yang jelas menjaga barang tetap aman selama proses pengangkutan dan penyimpanan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Packing Profesional

Jasa packing profesional bisa menjadi pilihan untuk barang pecah belah yang bernilai tinggi, berukuran besar, atau memiliki bentuk tidak beraturan, seperti furnitur dengan kaca atau elektronik berukuran besar. Tim profesional memiliki pengalaman menangani barang fragile serta menyediakan bahan packing yang lebih lengkap.

Seperti jasa pengiriman barang berat dari Mitralogistics yang juga menyediakan layanan packing profesional untuk memastikan barang siap dikirim dengan perlindungan yang sesuai. Layanan ini cocok untuk pengiriman antarpulau yang membutuhkan waktu lebih lama dan melalui banyak proses penanganan.

Kemudian, gunakan asuransi barang pecah belah sebagai perlindungan tambahan terhadap risiko kerusakan selama pengiriman. 

FAQ Seputar Cara Packing Barang Pecah Belah

Apakah bubble wrap saja sudah cukup untuk packing barang pecah belah?

Bubble wrap meredam benturan, tetapi tetap perlu dikombinasikan dengan kardus double wall dan pengisi ruang kosong agar perlindungan lebih maksimal.

Berapa lapis bubble wrap yang idealnya digunakan? 

Jumlah lapisan tergantung tingkat kerapuhan barang, tetapi barang seperti kaca dan keramik umumnya membutuhkan minimal dua hingga tiga lapis.

Apakah stiker fragile menjamin barang tidak akan pecah? 

Stiker fragile mengingatkan petugas untuk lebih berhati-hati, tetapi juga perlu didukung teknik packing yang benar dan asuransi barang pecah belah sebagai perlindungan tambahan.

Apakah semua elektronik termasuk kategori barang pecah belah? 

Tidak semua, tetapi elektronik dengan komponen sensitif seperti layar atau kaca tetap membutuhkan penanganan serupa dengan barang pecah belah lainnya.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Partner logistik terpercaya untuk pengiriman ke seluruh Indonesia

Ikuti Kami

Cek Status Pengiriman

Hubungi Kami

Alamat Kantor Kami

Medan

ECO park, ruko, Jl. STM Jalan Kompleks No.16A, Suka Maju, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20148

Jakarta

Jl. Kebahagiaan No 34, RT 5/RW 1, Krukut, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11140

Denpasar

Jl. Pulau Moyo Gg. Cemara B No.2, Pedungan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80222

Copyright © 2026 Mitralogistic, Inc. All rights reserved.