5+ Cara Mengirim Bahan Bangunan yang Aman dari Kerusakan

5+ Cara Mengirim Bahan Bangunan yang Aman dari Kerusakan

0
(0)

Banyak proyek bermasalah karena cara mengirim bahan bangunan yang kurang tepat sejak awal, mulai dari pemilihan armada hingga teknik bongkar muat di lokasi.

Jam 08.00 pagi di lokasi proyek. Momen penentuan. Truk material yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Mandor sudah siap, tukang sudah standby. Di benak Anda, pekerjaan hari ini bakal lancar.

Tapi begitu terpal truk dibuka… suasana mendadak hening. Tumpukan hebel di baris paling bawah hancur jadi serbuk. Besi beton yang harusnya lurus, melengkung tak beraturan karena tertindih alat berat lain.

Dalam hitungan detik, rencana kerja hari itu bubar. Tukang nganggur, jadwal molor, dan Anda harus telepon supplier sambil menahan emosi.

Kejadian ini bukan fiksi. Ini adalah “tragedi logistik” yang setiap hari terjadi di ribuan proyek konstruksi. Penyebabnya sepele: kita sering menganggap bahan bangunan itu benda kuat yang bisa diperlakukan sembarangan. Padahal, aslinya material bangunan punya karakter berbeda dan butuh perlakuan khusus.

Melalui artikel ini, tim Mitralogistics berbagi pengalaman lapangan tentang cara mengirim bahan bangunan agar aman dari kerusakan, tepat waktu, dan tidak bikin biaya proyek membengkak.

Pentingnya Mengirim Bahan Bangunan dengan Hati-Hati

cara mengirim bahan bangunan

Dalam praktik proyek, memahami cara mengirim bahan bangunan dengan hati-hati sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar terhadap biaya dan jadwal kerja.

  • Besi beton: musuh utamanya posisi tumpuk yang salah, bisa menyebabkan bengkok permanen.
  • Semen: sangat sensitif terhadap kelembapan, mudah membatu sebelum dipakai.
  • Keramik & granit: getaran dan benturan kecil di sudut bisa membuatnya retak.

Berdasarkan data lapangan kami, kerusakan material logistik dapat menyumbang sekitar 20–30% pemborosan biaya tak terduga dalam sebuah proyek. Karena itu, memahami cara mengirim bahan bangunan yang benar bukan biaya tambahan, melainkan investasi.

Untuk proyek skala kecil hingga besar, memahami alur pengiriman material dengan benar sangat penting agar pekerjaan tidak terhambat. Informasi lengkap seputar pengiriman material bisa Anda pelajari di halaman layanan material bahan bangunan Mitralogistics.

Langkah-Langkah Mengirim Bahan Bangunan yang Baik dan Benar

Setiap jenis material membutuhkan perlakuan berbeda. Di bawah ini adalah langkah-langkah teknis yang biasa diterapkan di lapangan agar material tiba dalam kondisi siap pakai.

1. Granit & Keramik (Si Paling “Manja”)

Material ini paling sering menyebabkan kerugian jika salah perlakuan.

Tips lapangan:

  • Gunakan posisi berdiri (A-Frame) untuk granit atau keramik ukuran besar.
  • Pastikan tidak ada celah kosong antar dus agar tidak saling berbenturan.
  • Terapkan teknik packing yang benar karena satu keping retak bisa membuat satu set tidak terpakai.

2. Besi Beton & Baja Profil (Si Panjang)

Masalah utama bukan berat, tetapi dimensi.

Solusi aman:

  • Jangan memaksakan truk pendek untuk besi 12 meter.
  • Gunakan armada trailer atau longbed untuk pengiriman jarak jauh.
  • Terapkan multi-point lashing agar besi tidak bergeser saat pengereman.

3. Hebel / Bata Ringan (Ringan tapi Rapuh)

Hebel sering diremehkan karena ringan, padahal mudah pecah di bagian sudut.

Tips aman:

  • Wajib menggunakan pallet dan wrapping plastik.
  • Hitung volume (kubikasi) dengan benar karena hebel memakan tempat, bukan berat.

4. Pipa PVC (Gampang Gepeng)

Pipa sering berubah bentuk karena tertindih material lain.

Solusi:

  • Terapkan top load only, selalu letakkan di bagian paling atas.
  • Gunakan teknik nesting, memasukkan pipa kecil ke pipa besar.

5. Semen & Gypsum (Anti Air)

Material ini sangat sensitif terhadap air dan kelembapan.

Langkah pengamanan:

  • Gunakan terpal rangkap atau armada wingbox tertutup.
  • Pastikan lantai truk kering dan bebas paku atau benda tajam.

Pilihan Armada untuk Pengiriman Bahan Bangunan

Pemilihan armada sangat menentukan keamanan material sekaligus efisiensi biaya.

1. Truk Bak Terbuka vs Box

  • Bak terbuka cocok untuk material tahan cuaca seperti besi, pipa, pasir, dan bata.
  • Box atau wingbox ideal untuk material finishing seperti semen, keramik, dan cat.

2. Tonase vs Ritase

  • Per rit (borongan) cocok untuk barang ringan tapi volume besar seperti hebel dan pipa.
  • Per ton (timbangan) lebih efisien untuk barang berat dan padat seperti besi dan semen.

Untuk wilayah Sumatera dan sekitarnya, Anda bisa menggunakan jasa pengiriman material bangunan di Medan yang berpengalaman menangani kebutuhan proyek konstruksi.

Hal-Hal yang Perlu Disiapkan sebelum Mengirim Bahan Bangunan

Banyak kegagalan pengiriman bukan karena armada, melainkan karena persiapan yang kurang matang.

1. Akses Jalan Proyek (Last Mile) Pastikan truk sesuai dengan kondisi jalan menuju lokasi proyek. Ini sering baru disadari saat truk sudah di lokasi.

2. Asuransi Material Proyek Nilai material bisa ratusan juta. Asuransi membantu meminimalkan risiko kerugian akibat kecelakaan atau force majeure, apalagi untuk pengiriman antar kota atau antar pulau.

3. Urutan Bongkar Muat (LIFO) Susun material berdasarkan urutan pemakaian agar tidak menambah biaya bongkar-pasang. Kesalahan kecil di sini sering bikin kerja dobel.

Kirim Bahan Bangunan yang Aman dalam Jumlah Banyak dengan Mitralogistics!

Mengirim bahan bangunan bukan sekadar memindahkan barang dari toko ke proyek. Ini adalah soal manajemen risiko, waktu, dan biaya. Salah memilih armada atau salah hitung kubikasi bisa membuat margin proyek tergerus di jalan.

Di Mitralogistics, kami memposisikan diri sebagai partner proyek, bukan sekadar vendor. Kami bantu menghitung kubikasi, memilih armada yang tepat, dan memastikan material tiba dalam kondisi aman dan siap digunakan.

FAQ Seputar Cara Mengirim Bahan Bangunan

cara mengirim bahan bangunan

1. Bagaimana cara mengirim besi 12 meter jika akses jalan sempit?
Jika trailer tidak bisa masuk, besi bisa dibentuk U dengan persetujuan konsultan struktur karena dapat mempengaruhi kekuatan.

2. Apakah hebel perlu diasuransikan?
Disarankan untuk pengiriman jarak jauh karena kerusakan biasanya terjadi secara massal per pallet.

3. Apa beda ekspedisi biasa dengan spesialis proyek?
Ekspedisi spesialis memahami SOP proyek, K3, teknik lashing, dan kondisi site yang kompleks.

4. Berapa susunan tumpuk maksimal untuk semen?
Umumnya 20–25 sak tergantung jenis kemasan dan rekomendasi pabrik.

5. Dokumen apa yang diperlukan untuk klaim asuransi?
Foto kondisi awal, foto kerusakan, surat jalan, dan berita acara kerusakan.

Butuh konsultasi pengiriman material proyek atau antar pulau? Hubungi tim Mitralogistics untuk solusi pengiriman bahan bangunan yang aman dan efisien.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote 0

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

Made with in Indonesia

Mitralogistics is registered Trademark of PT Naira Mitralogistik Indonesia

Copyright 2024 Mitralogistics